Menguak Beberapa Mitos Dalam Rancang Bangun Properti (1)

09 November 2018 13:48

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi November 2018 mengulas tentang mitos-mitos dalam rancang bangun properti.
Jumlah Anak Tangga

Jumlah anak tangga di sebuah rumah hitungannya harus mengikuti urutan hitungan siklus kehidupan: lahir, tua, sakit, dan mati. Supaya tidak membawa musibah maka jumlahnya harus berhenti pada hitungan lahir atau tua. Maka jumlah anak tangga yang baik menurut prinsip tersebut adalah 17, 18, 21 ataupun 22.

Namun, banyak orang yang beranggapan bahwa prinsip tersebut dianggap mengada-ada dan tidak benar. Sebab, secara logika, panjang dan jumlah anak tangga ditentukan oleh jarak tinggi antar lantai dan sudut kemiringan tangga. Semakin terjal sudut kemiringan tangga maka semakin sedikit jumlah anak tangganya.

Tinggi anak tangga yang ideal untuk orang Asia menurut pakar arsitektur adalah 15cm. Jika terlalu tinggi akan menyulitkan melangkah serta membuat lelah, sementara kalau terlalu rendah membuat orang tidak sabar ingin melampaui 2 atau 3 anak tangga sekaligus, bisa berbahaya.

Rumah Tusuk Sate

Mitos mengenai kesialan yang ditimbulkan oleh posisi atau letak rumah tegak lurus dengan hamparan jalan di depannya, atau sering dikenal dengan rumah tusuk sate, menjadi adu opini tak berujung. Kendati pemikiran rasional berusaha menjauhkan kepercayaan yang berlebihan terhadap mitos ini, namun masih banyak orang yang meyakini bahwa posisi rumah seperti ini tidak direkomedasikan untuk dibeli atau dimiliki.

Sebab, rumah dengan posisi seperti ini, biasanya jarang peminat karena identik dengan angker, sial, dan mengandung hawa panas, serta orang yang menempati akan sering tertimpa musibah. Akibatnya beberapa orang sampai takut jika harus tinggal di dalamnya.

Sayangnya karena terlalu lama tertanam di kehidupan masyarakat, membuat mitos ini diyakini dengan betul. Padahal rumah yang berada di tusuk sate bisa juga membawa keberuntungan dengan metode yang tepat serta hal tersebut tidak sepenuhya mitos, melainkan bisa dijelaskan dengan akal.

Menurut logika bangunan tusuk sate itu bisa diibaratkan sebagai sebuah palung berisi udara. Akibatnya, tiupan angin yang kencang dan aliran arus kendaraan akan menerjang bangunan yang berada di ujung jalan alias bangunan tusuk sate tersebut, sehingga energi di dalamnya bergetar tidak tenang dan membawa pengaruh kurang baik bagi penghuninya.

Kilau dan sorot lampu kendaraan di malam hari, deru suara kendaraan yang membelok di depan bangunan, juga gangguan asap buangan kendaraan berpotensi mengganggu kenyamanan bagi penghuninya. Belum lagi potensi risiko diseruduk kendaraan yang berjalan kencang atau karena pengendaranya mengantuk.

Namun banyak cara untuk mencegah terjadinya hal buruk. Salah satu caranya dengan menutupi akses masuk hunian dengan berbagai pepohonan yang rindang dan rimbun. Selain itu, meninggikan tanah sebelum mendirikan rumah juga sangat diperlukan. Dengan meninggikan tanah kurang lebih dengan tinggi 1,5 meter, maka aliran chi akan menabrak tanah yang ditinggikan, sehingga tidak akan merusak chi di dalam rumah. Cara yang lain adalah dengan membuat pintu serong. Dengan cara-cara tersebut, nasib sial yang disajikan rumah tusuk sate bisa dihindari.

Trik lain untuk mengatasi gangguan tusuk sate, adalah membangun tembok penghalang di antara jalan yang menusuk dan rumah. Tembok seperti itu disebut zhaobi, fungsinya sama seperti pagar. Bedanya jika pagar memiliki lubang di sana-sini, tembok zhaobi sangat solid. Padatnya dinding membuat pemandangan di depan rumah tertutup rapat. Dengan begitu gangguan yang timbul karena bentuk tusukan, pemandangan aliran air deras yang lurus menusuk, sudut atap atau tembok rumah tetangga yang runcing, sapuan sinar lampu kendaraan, debu dan asap kendaraan, dapat teratasi untuk sementara waktu.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia