Menguak Beberapa Mitos Dalam Rancang Bangun Properti (2)

09 November 2018 13:51

Posisi Pintu Utama Menentukan Rejeki

Sampai sekarang banyak penganut feng shui yang meyakini pintu utama rumah harus berada di sisi naga (kiri), tidak boleh terletak di posisi macan (kanan). Sebelah kanan tidak boleh lebih tinggi dari sebelah kiri, dengan kata lain rumah yang bisa mendatangkan keberuntungan adalah yang carport-nya berada di sebelah kanan rumah. Sebab, menurut pakar feng shui, naga adalah simbol dari mata angin timur dan macan adalah simbol dari mata angin barat.

Sebenarnya, konsep naga dan macan tersebut awalnya dari negara Tirai Bambu, China. Hal tersebut bermula, karena negeri Tiongkok berada di belahan bumi utara, jadi arah hadap rumah yang ideal pada jaman dulu adalah hadap selatan untuk mendapatkan udara yang hangat dan nyaman sepanjang tahun ( jaman dulu belum ada penghangat ruangan listrik). Sehingga dengan sendirinya timur berada di sebelah kiri, dan barat berada di sebelah kanan.

Matahari terbit dari timur lalu tenggelam di barat. Terbitnya matahari ini dianggap memberikan harapan dan kehidupan (dipersonifikasikan sebagai naga), sementara tenggelamnya matahari dianggap menimbulkan kegelapan dan ketakutan (dipersonifikasikan sebagai macan, yang keluar mengancam manusia di waktu malam (karena saat itu gelap, listrik belum ditemukan). Begitulah awal mulanya tradisi tersebut bertahan sampai sekarang.

Keberadaan Lantai 4 Dan 13

Pada umumnya, angka-angka disusun berurutan mulai dari satu, dua, tiga, empat, lima, enam, dan seterusnya untuk bilangan asli. Namun, berbeda dengan angka-angka di dalam lift pada gedung-gedung tinggi yang kebanyakan tak ada angka 4 maupun angka 13.

Nah, ketiadaan lantai-lantai berbau angka empat tersebut biasanya dipoles dengan perloncatan lantai atau menggantinya dengan angka yang lain. Perloncatan lantai misalnya dari lantai 3 langsung ke lantai 5 (lantai 4 ada, tapi memang sengaja dikosongkan). Atau dari lantai 13 (ini biasanya juga nggak ada karena dianggap sial) langsung ke lantai 15 dan seterusnya. Tapi nggak semua hotel begitu juga. Ada yang mengakali lantai 4 dengan substitusi nomor lantai. Biasanya angka empat digantikan dengan gabungan angka dan huruf seperti lantai 3A dan lain sebagainya.

Mitos tersebut tak terlepas dari sebagian masyarakat Indonesia yang berkiblat pada budaya chinese atau Tionghoa memiliki kepercayaan soal fengshui. Angka 4 bila diartikan hanya memiliki kaki satu atau angka ini model seperti kursi terbalik. Jadi, bila diartikan tak seimbang, sehingga angka ini pun dinilai tidak bagus untuk kedudukan dan jabatan karena ditengarai bisa menyebabkan jabatan yang dimiliki akan turun atau jatuh.

Tidak berhenti sampai situ, pada pelafalan bahasa China, angka 4 dibaca shi yang jika diartikan bisa bermakna mati. Beda lagi dengan pelafalan bahasa Jepang, empat justru bermakna kesedihan. Jadi, karena hal-hal itulah, angka empat dianggap tabu untuk digunakan karena ditengarai nggak membawa keberuntungan.

Sedangkan untuk angka 13, juga dianggap sebagai angka yang tidak beruntung, alasan dibalik itu semua cukup sederhana. Alasannya adalah angka 1 dan 3 apabila digabungkan akan membentuk angka 4 yang memiliki sedertan arti yang tidak menguntungkan tersebut. Begitu pula dengan angka lain yang memiliki hasil yang sama apabila dijumlahkan. Seperti angka 22, 31 dan bahkan 40 yang dijumlahkan akan berakhir di angka 4. MPI RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia