Meski Sepi, Bukan Halangan untuk Terus Ekspansi

10 August 2018 13:27

Sejumlah daerah dijadikan tempat ekspansi pengembang properti yang akan membangun beragam jenis properti. Investasi ratusan miliar hingga triliunan rupiah siap digelontorkan.

Kondisi bisnis properti yang belum kondusif tidak menyurutkan semangat pengembang properti untuk melakukan ekspansi. Sejumlah proyek siap digarap mulai semester dua tahun 2018 ini. Lokasi yang dijadikan tempat meraih cuan para pengembang properti cukup beragam, tidak hanya di Jabdetabek, tetapi di beberapa kota besar di Indonesia. Pun dengan jenis properti yang dibangun, mulai dari residensial hingga komersial.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan meluncurkan proyek terbarunya di Makassar, Sulawesi Selatan. Perusahaan akan hadir di Kota Daeng tersebut dengan pengembangan kawasan kota mandiri bertajuk Summarecon Mutiara Makassar. Proyek anyar tersebut akan resmi diluncurkan pada kuartal III-2018. Proyek yang akan menjadi kawasan kota mandiri keenam SMRA itu akan dibangun di lahan seluas 329 hektar.

Tahap pertama, SMRA akan meluncurkan satu klaster hunian tapak sekitar 200-300 unit. Jemmy Kusnadi, Sekretaris Perusahaan SMRA mengatakan, pihaknya memilih untuk mengembangkan hunian untuk tahap pertama agar kawasannya hidup dulu. “Kalau kawasannya sudah hidup baru kita kembangkan komersial,” katanya.

Klaster pertama tersebut tidak akan diluncurkan sekaligus tetapi juga akan dilakukan secara bertahap. Rumah yang dibangun akan dijual dengan harga Rp1 miliaran. Menurut Jemmy, potensi pasar untuk segmen harga tersebut masih cukup besar di Makassar. SMRA yakin proyek Summarecon Mutiara Makassar akan diterima pasar dengan baik. Pasalnya, proyek tersebut memiliki lokasi yang cukup strategis dekat dengan Bandara.

Jimmy mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap mulai pengembangan infrastruktur di Summarecon Mutiara Makassar. Mereka sudah mulai melakukan pembangunan jalan dan rumah contoh. Adapun investasi yang akan digelontorkan untuk pengembangan kawasan proyek baru itu akan mencapai Rp500 miliar. Tahun ini, SMRA menargetkan Summarecon Makassar bisa menyumbang marketing sales atau pra penjualan sebesar 6% terhadap total target yang dibidik yaitu sebesar Rp4 triliun.

Sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang menargetkan dapat meraih marketing sales sebesar Rp7,7 triliun di tahun 2018 akan mengembangan proyek skala kota di Sentul, Bogor, bertajuk Citra Sirkuit Residence Sentul di lahan seluas 100 hektar. Proyek tersebut dibangun lewat kerjasama operasi (KSO) dengan pemilik lahan. Di dalamnya tidak hanya dikembangkan proyek rumah tapak tetapi juga akan ada apartemen dan area komersial lainnya.

“Proyek ini akan diluncurkan kuartal IV-2018 dan tahap I akan dibangun landed house semua,” kata Agus Surja Widjaja, Direktur Ciputra Group. Rumah tapak akan menyasar pasar menengah ke atas dan dibagi dua segmen. Pertama, dengan harga sekitar Rp700 juta-Rp800 juta dan kedua dengan harga Rp1,2 miliar-Rp1,4 miliar.

Agus menjelaskan, proyek yang akan dikembangkan tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan kota seluas 1.000 ha di Sentul. Proyek itu nantinya akan dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD) sejalan dengan perkembangan pembangunan proyek kereta ringan atau Ligh Rail Transit (LRT) Jabodetabek tahap II yang akan menuju Sentul.

CTRA juga akan membangun proyek mixed use bertajuk Citra Natura di Cawang, Jakarta Timur seluas 7 a..Dikembangkan lewat kerjasama patungan atau join venture (JV) dengan pemilik lahan. Rencananya Citra Natura akan dibangun dengan merangkum 10 tower. Tahap pertama, perusahaan akan meluncurkan satu tower apartemen dulu yag diperkirakan akan dilakukan pada kuartal III 2018 mendatang dengan menyasar segmen menengah dan menengah bawah.

Selain dua proyek itu Ciputra Group juga berencana meluncurkan proyek lagi yaitu apartemen Pulau Gadung. Proyek ini adalah joint venture bersama Gamaland dan Mutivision yang akan dikembangkan di lahan seluas 13,5 ha dan di sana akan didirikan 15 tower apartemen dengan kapasitas sekitar 28.000 unit. Lalu mixed use Setia Budi Bandung di lahan seluas 2,7 ha yang akan mencakup tiga tower gedung tinggi. Proyek ini ditaksir akan menelan investasi Rp2,25 triliun. Namun, realisasinya akan sangat tergantung pada proses perizinananya.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia