MetroStater Superblock Depok, Superblok Pertama yang Terintegrasi dengan Terminal dan Stasiun

17 October 2019 12:16

Depok, MPI-update –Pengembang Trivo Group, salah satu developer yang fokus dalam pengembangan konsep superblock saat ini kembali fokus memasarkan proyek terbarunya, yaitu MetroStater Superblock Depok. Proyek mixed-use development yang berlokasi di ruas jalan utama Kota Depok ini dikemas dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) dan diklaim sebagai proyek the real TOD satu-satunya dan pertama di Indonesia, karena menyatu dengan Terminal Modern Kota Depok dan nempel dengan Stasiun Commuterline Depok Baru.

Keduanya menjadi fasilitas andalan MetroStater Superblock Depok karena tak dimiliki proyek TOD lainnya. Seperti diketahui, konsep TOD saat ini menjadi primadona pengembangan properti di kota-kota besar di Indonesia. Bersama Pemerintah Kota Depok, Trivo Group nantinya juga akan melakukan revitalisasi dengan mengemas ulang kawasan terminal dan stasiun tersebut dalam bentuk mixed-use development. Di atas lahan seluas 3 hektar, MetroStater Superblock Depok akan merangkum apartemen, area komersial, pusat belanja berkonsep lifestyle mall, dan juga terminal modern yang terintegrasi.

Robert Yapari, Direktur Utama Trivo Group menuturkan, selain kedua moda transportasi yang berbeda, tidak menutup kemungkinan ke depannya di kawasan ini juga akan dilalui transportasi LRT. Tak hanya itu, lokasinya yang berada di ruas jalan utama Kota Depok, tepatnya di Jl. Raya Margonda, dan pusat pemerintah Depok membuat proyek ini terbilang strategis dan memiliki infrastruktur yang lengkap. “Proyek ini juga dilengkapi berbagai fasilitas yang akan memenuhi kebutuhan penghuninya seperti pusat belanja berkonsep lifestyle mall. Selain itu juga ada beragam fasilitas lainnya yang memudahkan dan memanjakan penghuni apartemen untuk beraktifitas,” kata Robert, Kamis (17/10), di Depok.

Ia menambahkan, saat ini Kota Depok dikelilingi sebanyak 16 universitas dengan populasi mahasiswa mencapai 120 ribu orang. “Potensi pasar ini setiap tahunnya ada dan terus bertambah seiring dengan bergantinya tahun ajaran baru. Hal ini pulalah yang menjadi pertimbangan bagi kami untuk menawarkan lebih banyak tipe studio atau sebesar 70% dari total 2000 unit apartemen di MetroStater Superblock Depok,” ujar Robert.

Sementara itu Vice President Director MetroStater Depok Ian Wisan menjelaskan, karakter hunian bagi masyarakat urban saat ini tidak cukup sekedar praktis saja, namun juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas penghuni guna menunjang aktifitas harian para penghuninya. “Untuk menunjang kebutuhan penghuninya, hunian harus mengadopsi konsep yang terintegrasi dengan akses transportasi. Apalagi, saat ini Depok didominasi para milenial, dan para pekerja muda dengan tingkat aktifitas yang tinggi,” tegasnya.

Menyasar segmen milenial, untuk tahap awal, Trivo Group menawarkan 3 tower apartemen yaitu Alexandria, Barcelona, dan Casablanca dengan harga mulai dari Rp15 juta/m². Menariknya, tipe unit yang ditawarkan untuk studio berbeda dibandingkan tipe studio pada umumnya yang ditawarkan developer lain. “Kita konsepkan tipe studio dengan ukuran 32 meter persegi. Ini lebih nyaman, karena biasanya rata-rata tipe studio hanya berukuran 21 meter persegi. Tak hanya itu, kita juga menawarkan konsep pembayaran hingga 60 kali,” imbuhnya.

Robert Yapari menambahkan, ke depannya konsumen MetroStater Superblock Depok tidak hanya akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan konsep TOD saja, namun juga akan mendapat added value dari potensi kenaikan nilai harga properti atau capital gain di MetroStater Superblock Depok.

“Menjadi yang pertama dalam pengembangan berkonsep TOD, MetroStater Superblock Depok tentunya memberi peluang lebih banyak untuk kenaikan capital gain dibandingkan properti yang biasa. Memberi peluang pertumbuhan nilai investasi bagi konsumen tentu menjadi bagian dari komitmen kami,” jelas Robert.

Selain capital gain, tingginya kebutuhan hunian dari captive market (mahasiswa, para pekerja muda dan keluarga muda) di Depok juga membuka peluang untuk menghasilkan capital investment bagi para pemilik unit apartemen yang didapat dari nilai sewa unit atau revenue apartemen jika disewakan kembali. **