Monitor: Menciptakan Alternatif Kawasan CBD Baru Melalui Pengembangan Township Berskala Besar di Jabodetabek

01 November 2017 16:01

Hingga saat ini, Indonesia masih menjadi salah satu Negara tujuan prioritas investasi utama bagi para pengembang asing. Kami yakin bahwa investasi asing yang berkaitan dengan pengembangan properti juga merupakan salah satu kontributor utama terhadap penanaman modal asing yang masuk ke negara ini (di samping sumber daya alam pada umumnya), yang tentunya merupakan suatu motivasi bagi pemerintah untuk tetap mendukung aktifitas investasi ini.

Menurut survey Bain & Company South-East Asia, kebanyakan para pengembang Indonesia masih tetap memilih untuk mengembangkan properti mereka di negara sendiri dibandingkan melakukan investasi pengembangan di luar negeri. Menurut mereka, hal ini disebabkan oleh karena Indonesia masih memiliki pangsa pasar yang besar, memiliki peluang yang lebih kompetitif, harga lahan yang masih terjangkau serta pengetahuan akan dinamika pasar lokal.

Trend yang bisa diamati lainnya adalah cukup banyak pengembang township (kota satelit) berskala besar di Jabodetabek yang mencoba menciptakan alternatif kawasan CBD di dalam township mereka. Berdasarkan pengamatan kami,masih ada “gap” untuk bisa diklasifikasikan sebagai kawasan CBD untuk para komunitas bisnis.