Monitor: Trend Pertumbuhan Apartemen di Bogor, Investasi atau Kebutuhan?

04 December 2017 12:17

Sebagai kota penyangga dan lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta membuat banyak orang memilih Bogor sebagai tempat hunian. Pasca dijejali mal, hotel dan rumah sakit, lima tahun terakhir Bogor dikepung apartemen. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Kota yang hanya berjarak 59 km sebelah selatan Jakarta ini sejak lama dijadikan pilihan sebagai tempat hunian. Selain nempel dengan Jakarta, banyaknya akses, serta suasana alam yang masih sejuk menjadi alasan mereka memilih tinggal di kota hujan itu. Kota seluas 118,50 km2 itu memiliki jumlah penduduk sekitar 993.570 jiwa untuk Bogor Kota dan 5.715.009 jiwa untuk Kabupaten Bogor.

Selain sebagai tempat hunian yang nyaman, Bogor juga menjadi tujuan wisata alam, kuliner dan belanja hingga kawasan industri. Tak heran sejak lama bisnis hunian, hotel, villa, restoran, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan factory outlet hingga rumah sakit cukup marak di sini. Yang menarik, lima tahun terakhir Bogor menjadi tujuan investasi bagi para pengembang properti khususnya apartemen, baik di kota maupun kabupaten Bogor.

Selain kebutuhan tempat tinggal dan gaya hidup, banyaknya kampus di Bogor yang menerima ribuan mahasiswa baru tiap tahunnya turut menjadi alasan utama bagi para pengembang untuk ramai-ramai membangun gedung jangkung di sini. Makanya, hampir sebagian besar lokasi yang dipilih juga tak jauh-jauh dari lokasi kampus. Sebut saja Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Juanda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Universitas Pakuan, dan Universitas Terbuka.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia