MRT, Sejarah Baru Transportasi Jakarta. Pengoperasian MRT Akan Menjadi Awal Sejarah Pengembangan Jaringan Terpadu Dari Sistem Transportasi Massal DKI Masa Yang Akan Datang.

14 May 2019 13:24

Pengoperasian Transportasi Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, sudah berjalan di tahun 2019. Proyek MRT fase 1 ini sepanjang ± 16 kilometer dari Terminal Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia, memiliki 13 stasiun berikut 1 Depo.

Pengoperasian MRT ini akan menjadi awal sejarah pengembangan jaringan terpadu dari sistem MRT yang merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta pada masa yang akan datang. Dengan demikian, tiba saatnya Jakarta mengubah paradigma pembangunannya dengan tidak lagi berorientasi pada kendaraan pribadi khususnya mobil melainkan lebih berorientasi pada pejalan kaki dan kendaraan umum massal.

Perubahan tersebut tidak hanya berhenti di penyediaan sistem transportasi massal yang memadai namun juga konsep pembangunan kota yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penghuninya, termasuk pentaan kawasan, arus penumpang, dan integrasi antar moda.

Persoalan tersebut yang mendorong PT MRT Jakarta untuk mengembangkan konsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di beberapa stasiun yang ada di fase 1 koridor selatan – utara. TOD merupakan area perkotaan yang dirancang untuk memadukan fungsi transit dengan manusia, kegiatan, bangunan, dan ruang publik yang bertujuan untuk mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang.

Dengan konsep kawasan berorientasi transit, PT MRT Jakarta mendorong sejumlah keuntungan bagi masyarakat, yaitu : Mengurangi penggunaan kendaraan, kemacetan jalan, dan polusi udara; Pembangunan yang mendukung berjalan kaki serta gaya hidup sehat dan aktif; Meningkatkan akses terhadap kesempatan kerja dan ekonomi; Berpotensi menciptakan nilai tambah melalui peningkatan nilai properti; Meningkatkan jumlah penumpang transit dan keuntungan dari penjualan tiket; dan Menambah pilihan moda pergerakan kawasan perkotaan.

Pada koridor 1 ini, telah dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah. Tujuh stasiun layang tersebut adalah Lebak Bulus (lokasi depo), Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sedangkan enam stasiun bawah tanah dimulai dari Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia