Never Ending Properti Jogja, Laporan Utama MPI September 2017

04 September 2017 10:52

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi September 2017 menurunkan liputan utama tentang pertumbuhan bisnis properti di Daerah Khusus Yogyakarta.

Disebutkan di tengah kondisi pasar yang secara umum tertekan, yogyakarta masih menjadi salah satu magnet utama investasi properti di pulau jawa. Berbagai jenis properti terus tumbuh subur pada provinsi yang ditahbiskan sebagai episentrum Budaya jawa dan pusat pendidikan tersebut. Satu-satunya penghalang saat ini Adalah keterbatasan lahan.

Yogyakarta atau Jogjakarta. Apapun penyebutannya, provinsi ini tetaplah istimewa – demikian
tagline episentrum budaya Jawa dan pusat pendidikan ini mempromosikan dirinya. Selain satu-satunya provinsi yang dipimpin oleh seorang Sultan, selama puluhan tahun, pariwisata dan pusat pendidikan menjadi perlambang bagi kejayaan provinsi yang sempat didapuk sebagai ibukota negara Indonesia tersebut. Saking melekatnya Jogja dengan perguruan tinggi, sampai-sampai provinsi ini menjadi destinasi utama pendidikan paling hits di Indonesia.

Sebagai gambaran, saban tahunnya Jogja dipenuhi ratusan ribu mahasiswa baru yang ingin menuntut ilmu. Para generasi muda dari seluruh Indonesia tersebut tersebar pada seratusan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Selain kualitas pendidikan, citra Jogja sebagai salah satu daerah paling nyaman, menjadi alasan mengapa para orang tua rela mempercayakan anak mereka untuk menimba ilmu di sini – termasuk biaya hidup yang lebih terjangkau, tentunya.

Jogja juga tercatat sebagai destinasi wisata utama setelah Bali. Pertumbuhan kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 15% – 20% per tahunnya. Pada tahun 2015 sekitar 19 juta wisatawan menghabiskan waktu liburannya ke Jogja, sementara pada tahun 2016 kunjungan wisatawan tembus pada angka 21 juta. Kepopuleran Jogja sebagai tujuan wisata semakin populer setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan keluarga memilih pelesir ke sini pada akhir Juni lalu.

Secara administratif, Jogjakarta memiliki luas wilayah terkecil kedua di Indonesia, setelah Provinsi DKI Jakarta. Luas wilayah daratan DIY hanya 3.185,80 km2, atau 0,17 persen dari wilayah daratan Indonesia. Luas wilayah yang sangat kecil ini, belakang an justru menjadi kendala tersendiri dalam meningkatkan perekonomian daerah karena keterbatasan sumber daya alam.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia