Outlook Bisnis Properti 2018: Optimis Tinggi di Tahun Anjing Bumi

04 December 2017 12:16

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen sampai 5,5 persen pada 2018 mendatang. Hal itu berdasarkan prediksi kontribusi investasi terhadap perekonomian domestik lebih kuat dari tahun ini, yang pada kuartal I 2017 hanya sekitar 4,81 persen.

Meski begitu, proyeksi BI ini masih lebih rendah dibandingkan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 yang mencapai 5,4 persen sampai 6,1 persen.

“Prospek ekonomi 2018 akan ditopang permintaan domestik, terutama dalam bentuk investasi. Kami yakin, pertumbuhan investasi bukan hanya bagunan tapi juga investasi non-bangunan,” ungkap Gubernur BI Agus DW Martowardojo.

Menurut Agus, pertumbuhan investasi akan meningkat lantaran Indonesia berhasil mengantongi rating layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat, yaitu Fitch, Moody’s, dan yang teranyar
dari Standard and Poor’s (S&P), sehingga aliran investasi asing ke dalam negeri, baik berupa investasi langsung maupun investasi portofolio diproyeksi akan meningkat.

Di sektor properti, Christopher J. Marriott, CEO Southeast Asia Savills Indonesia, mengatakan, Indonesia masih menjadi pilihan investasi yang menarik. Walaupun Yield atau Imbal hasil di Tanah Air masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dengan pasar properti global lainnya dan tetap optimis ke depannya akan bagus. Senada dengan Christopher, Managing Director at PT Property Connection Savills Indonesia Craig Williams, menambahkan, meski empat tahun terakhir mengalami penurunan di sektor properti, namun Indonesia masih mempunyai potensi dari investor global.

Dan, sampai recovery itu datang harus dipertahankan pembangunan infrastruktur, perpajakan, dan pembangunan dengan TOD (Transit Oriented Development). Memang tak sedikit yang menilai tahun ini masih sulit, namun kebanyakan pengembang menyatakan bahwa di semester kedua ini penjualan mereka sudah menunjukkan peningkatan. Bahkan ada yang sudah melihatnya di kuartal kedua lalu.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia