Pasar Apartemen Menengah-Bawah Tetap Menjadi Andalan (2)

24 April 2018 13:34

Senior Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, untuk di Jakarta, peta persebaran pembangunan apartemen menengah adalah menyasar ke kawasan Jakarta Timur. Sedangkan, untuk daerah penyangga, daerah paling banyak dituju adalah Bogor dan Depok. “Untuk wilayah penyeberan, Depok dan Bogor adalah daerah favorit untuk pembangunan apartemen strata middle up. Sebab, di kawasan ini banyak terdapat kampus dan akses menuju Ibu Kota,” jelasnya.

Sementara untuk kawasan Serpong, Alam Sutera, dan BSD, lebih mengarah ke menengah atas. “Begitu juga Bekasi. Karena Bekasi adalah kota industri, apartemen yang di pasarkan di sana lebih menyasar ekspatriat,” tandasnya.

Bogor misalnya. Sebagai kota penyangga dan lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta membuat banyak orang memilih Bogor sebagai tempat hunian. Ramainya pembangunan gedung jangkung ini tak lepas dari gencarnya pembangunan infrastruktur serta banyaknya akses menuju kota hujan itu.

Selain kebutuhan tempat tinggal dan gaya hidup, banyaknya kampus di Bogor yang menerima ribuan mahasiswa baru tiap tahunnya turut menjadi alasan utama bagi para pengembang untuk ramai-ramai membangun gedung jangkung di sini. Makanya, hampir sebagian besar lokasi yang dipilih juga tak jauh-jauh dari lokasi kampus. Sebut saja Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Juanda, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan, Universitas Pakuan, dan Universitas Terbuka.

Menurut catatan Majalah Properti Indonesia, dalam lima tahun terakhir setidaknya ada 21 apartemen yang dipasarkan di Bogor. Dari jumlah tersebut, ada yang sudah mulai serah terima dan dihuni/disewakan, topping off, ground breaking, penjualan perdana hingga tahap pengurusan izin. Jika ditotal, ada sekitar 30.728 unit apartemen yang siap dihuni hingga 2022. Sementara, untuk range harga yang ditawarkan di kawasan ini adalah Rp15-Rp20 jutaan per meter persegi.

Selain Bogor, Depok menjadi kota kedua yang disesaki hunian jangkung yang menyasar segmen tersebut. Selain karena lokasinya yang dekat dengan Jakarta, serta memiliki stasiun commuterline, banyaknya jumlah kampus di kawasan ini juga alasan lain mengapa para pengembang berbondong-bondong mengembangkan proyeknya di kawasan ini.

Melesatnya perkembangan kawasan Margonda Raya, Depok juga tidak dapat dipisahkan dari beberapa perguruan tinggiyang berdiri di kawasan ini. Keberadaan kampus-kampus ternama inilah yang menahbiskan Margonda Raya sebagai lokasi favorit generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut ilmu dan akhirnyatinggaldi kawasan tersebut.

Di kawasan Depok, saat ini tercatat ada lebih dari sepuluh proyek apartemen yang sudah dan tengah dibangun dengan lokasi yang saling berdekatan. Beberapa apartemen tersebut seperti, Apartemen Margonda Residence I – V, Apartemen Taman Melati I dan II, Park View Condominium, Saladin Square, Atlanta Residence, Envancio Apartement, Adhigriya Pangestu Apartement, Pesona Square, dan Apartemen Grand Zamzam Tower. Sementara, harga rata-rata yang ditawarkan berkisar dari Rp200 juta – Rp1 miliar lebih.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia