Pasar Rumah Tidak Ada Matinya. Apalagi di Segmen Menengah (1)

24 May 2019 14:21

Majalah Properti Indonesia edisi Mei, di antaranya mengulas pasar properti yang tidak pernah mati. Terutama ditumah kelas menangah dengan harga Rp 500 sampai Rp 1 M.

Walau kini apartemen banyak dibangun, namun landed house tetap menjadi primadona. Masyarakat Indonesia masih lebih banyak yang memilih rumah tapak dibandingkan rumah vertikal. Penyebabnya antara lain, budaya masyarakat Indonesia masih suka guyub, mengutamakan kebersamaan.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW), wilayah Banten menjadi pilihan favorit para konsumen. Unit penjualan residensial terbesar di Jabodetabek pada kuartal IV-2018 berada di wilayah Tangerang, Banten sebesar 57,92%, Bekasi 14,8%, Bogor 11,5%, selebihnya tersebar.

Potensi besar pasar perumahan pun terus digarap para pengembang. Beberapa pengembang mengaku jualan rumah mereka masih menggembirakan walau kondisi bisnis properti secara umum masih lesu.

“Penjualan rumah Januari – Maret stabil. Kami optimis pasca pilpres akan semakin meningkat. Untuk itu kami akan meluncurkan cluster baru,” ujar Handyo Lim, General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence.

Tahun 2019, Jababeka Residence menargetkan dapat meraih penjualan Rp600 miliar untuk residensial. “Untuk harganya yang residensial ada dua kelas, yang satu di bawah Rp1 miliar, di bawah Rp900 jutaan lah. Terus, yang satunya lagi high end di kawasan golf Jababeka itu harganya Rp3 miliaran – Rp6 miliaran,” jelas Handoyo.
Untuk pengembangan properti residensial, Jababeka Residence akan mengembangkan Paradiso Golf Villa, kawasan residensial premium seluas 3 hektar yang berkolaborasi dengan perusahaan asal Jepang Keihan Real Estate Co Ltd dan Nice Corporation.