Pasar Rumah Tidak Ada Matinya. Apalagi di Segmen Menengah (2)

24 May 2019 14:26

Kendatipun pasar rumah khususnya kelas menengah terus tumbuh namun untuk meraih penjualan rumah yang baik, saat ini pengembang dituntut untuk lebih jeli dan kreatif. Misalnya membuat rumah yang sesuai dengan kebutuhan pasangan muda, generasi milenial, dan pembeli rumah pertama yang saat ini menjadi pasar gemuk yang potensial untuk digarap.

Seperti yang dilakukan Paramount Land yang baru saja memasarkan rumah Corral @ Malibu Village di Gading Serpong, hunian dua lantai dengan desain cantik dan modern seharga mulai Rp793 jutaan.Diluncurkannya Corral @ Malibu Village setelah Paramount Land melihat data-data yang ada. Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land, mengungkapkan, data dari BPS dan OJK sampai akhir tahun 2018 menunjukkan adanya hubungan positif antara penyaluran kredit perbankan ke sektor properti setelah kredit real estat rebound di awal 2018, pertumbuhan ekonomi sektor real estat terlihat rebound juga di Q3 2018.

Potensi permintaan pasar tetap tumbuh khususnya di segmen menengah antara harga Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Berdasarkan data Bank Indonesia, juga menunjukkan adanya tren kenaikan pergeseran debitur KPR di beberapa tipe, yaitu debitur usia muda lebih mendominasi KPR untuk tipe rumah tapak 22 m2 sampai 70 m2, rumah susun atau flat 22 sampai 70 m2 dan rumah susun di bawah tipe 21 m2.

“Banyaknya pola pembayaran KPR yang dipilih oleh konsumen usia muda ini, tidak terlepas dari banyaknya bank yang memberikan suku bunga promo untuk menjaga daya beli masyarakat. Pergeseran ini akan membuat pasar milenial semakin lama semakin besar dan menjadi pangsa pasar properti dalam 5 tahun mendatang,”ujar Ervan.

Paramount Land menargetkan penjualan mencapai Rp2,2 triliun tahun ini. Direktur Paramount Land Muhammad Nawawi mengatakan pihaknya akan memacu penjualan melalui sejumlah produk baru setelah pemilihan umum usai. Kehadiran Corral diharap bisa memenuhi target penjualan Kuartal I 2019 yang sebesar Rp500 miliar.

Dekat transportasi massal diminati Optimisme akan pasar landed house juga ditunjukkan oleh Synthesis Development dengan meluncurkan proyek landed house bernama Synthesis Homes yang terletak di Jl. Purnawarman Pisangan Ciputat, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

“Salah satu tujuan dibangunnya Synthesis Homes adalah menggairahkan kembali pasar properti, dengan menghadirkan hunian di kawasan Selatan Jakarta, yang memiliki lokasi strategis serta terintegrasi dengan stasiun MRT. Synthesis Homes mewakili gaya hidup generasi yang akrab dengan teknologi,” ujar Imron Rosyadi, General Manager Synthesis Development.

Lokasi Synthesis Homes hanya 2 km dari Stasiun MRT Lebak Bulus, yang merupakan jalur penghubung utama dengan kawasan sentra bisnis Sudirman dan sekitarnya. “Karena lokasinya yang dekat dengan moda transportasi anyar MRT membuat penghuni tidak perlu menghamburkan waktu untuk menjangkau beberapa titik penting,” kata Imron.

Keberadaan transportasi massal memang menjadi angin segar bagi pengembang. Pasalnya kini masyarakat banyak yang membeli rumah yang dekat dengan transportasi massal agar lebih cepat, nyaman, aman, dan murah untuk menuju berbagai tempat.

“Profil pembeli rumah di perumahan Permata Mutiara Maja adalah pengguna KRL. Berasal dari Tanggerang, Serpong, Bintaro dan karyawan yang kantornya di dalam radius 5 km dari setiap stasiun KRL. Pada umumnya, lebih banyak pasangan muda yamg membeli di tempat kami,” kata Cornelius Widjaja, Direktur PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), pengembang perumahan Permata Mutiara Maja (200 hektar), di kawasan Maja, Lebak, Banten.

BNIP belum lama ini meluncurkan cluster Ruby yang merupakan cluster ke 6 yang dibangun di perumahan Permata Mutiara Maja di atas lahan seluas 6 hektar dan akan berisi sekitar 450 unit rumah. Ada dua tipe rumah dengan 2 kamar yang ditawarkan, yakni tipe Lavender (27/60, 27/72), dan tipe Magnolia (36/60, 36/72) yang dipasarkan seharga mulai dari Rp189 juta hingga Rp246 juta. MPI YS