Peluang Investasi Hunian Eksklusif di Daerah Potensial

08 March 2018 09:53

Tahun 2018 diyakini sebagai momentum pulihnya sektor properti, terlebih untuk properti kelas menengah ke atas. Pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik, meningkatnya daya beli masyarakat serta bergulirnya kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi dalam negeri adalah indikator- indikator yang melandasi optimisme para pengembang di tahun 2018 ini.

Indikator tersebut semakin diperkuat dengan beberapa faktor eksternal. IMF dalam World Economic Outlook bulan Oktober 2017 memproyeks ikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2018 akan tumbuh menjadi 3,7% lebih tinggi dari 3 tahun sebelumnya. Perbaikan ekonomi dipengaruhi oleh pemulihan ekonomi China yang berada di atas ekspektasi dengan pertumbuhan di triwulan II sebesar 6,9% (yoy).

Bank Indonesia (BI) dalam survei terbarunya menyebutkan, harga properti untuk subsektor residensial pada kuartal IV 2017 meningkat 0,55% dari kuartal sebelumnya. Secara tahunan, indeks harga properti juga meningkat lebih tinggi. Yakni dari 3,32% di kuartal III 2017 menjadi 3,5% di kuartal IV 2017. Pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah, terutama rumah tipe menengah yang naik 0,79% secara kuartalan. Yang menarik, survei tersebut juga memperkirakan jika harga properti residensial menengah atas akan kembali meningkat pada kuartal I 2018.

Berbicara mengenai perumahan kelas menengah atas memang tak pernah ada matinya. Pertumbuhannya tak akan pernah surut, sekalipun saat kondisi ekonomi sedang melambat. Penyebarannya pun tak lagi hanya di wilayah Jabodetabek saja, namun menyebar ke beberapa daerah lainnya seperti Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Medan dan beberapa kota di Kalimantan. Indikator ini terlihat dari banyaknya proyek-proyek baru yang terus bermunculan. Harganya pun beragam, mulai dari Rp800 juta hingga miliaran rupiah