Pembiayaan: Siasat Perbankan Dongkrak Kredit Properti

14 September 2018 14:06

Perbankan nasional optimis kredit properti akan tumbuh karena ada potensi besar yang belum tergarap secara maksimal. Di satu sisi, perbankan harus menjaga rasio kredit bermasalah di angka yang aman.

Tahun 2018 yang menyisakan beberapa bulan lagi membuat Perbankan nasional semakin semangat bekerja untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Tidak terkecuali, terkait penyaluran kredit properti, khususnya untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Bahkan, tren kenaikan suku bunga kredit yang terjadi bukan menjadi halangan bagi perbankan untuk terus menggenjot penyaluran kredit kepemilikan hunian tersebut.

Saat ini, baik KPR maupun KPA masih menjadi faktor utama untuk mendongkrak kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada semester pertama 2018. Pada paruh pertama tahun ini, kredit perumahan tercatat tumbuh 19,76% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp191,30 triliun. Penyaluran kredit Bank BTN sendiri mencapai Rp211,35 triliun, atau naik 19,14% dibanding semester pertama tahun lalu yang hanya Rp177,40 triliun.

Menurut Maryono, Direktur Utama Bank BTN, angka pertumbuhan kredit yang ditorehkan Bank BTN ini di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan yang tercatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya mencapai 10,26% secara tahunan (data per Mei 2018). “KPR subsidi dan non subsidi yang memiliki porsi lebih dari 73,5% dari total kredit keseluruhan masih menjadi penggerak utama laju pertumbuhan kredit Bank BTN,” kata Maryono.

KPR subsidi tumbuh paling tinggi, yakni 30,26% (yoy) menjadi Rp83,36 triliun, sementara KPR non subsidi tumbuh 13,4% (yoy). Dengan kinerja ini, imbuhnya, Bank BTN masih menguasai pangsa pasar KPR nasional sebesar 37,47% dan menjadi penyalur terbesar di antara perbankan lain untuk KPR Subsidi sebesar 94,12%.

Rajin melansir promo-promo

Pertumbuhan kredit perumahan juga diraih PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Sepanjang semester I 2018 Danamon berhasil menorehkan kredit sebesar Rp 133,9 triliun. Angka tersebut tumbuh 4% dari periode yang sama pada tahun lalu yang hanya sebesar Rp 128,3 triliun. Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon, Satinder Ahluwalia, menyebutkan pertumbuhan kredit terbesar disumbang dari segmen properti (KPR) yang mencapai 40%. “Kredit consumer mortgage atau KPR tumbuh 40% menjadi Rp6,9 triliun,” kata Satinder.

Satinder mengungkapkan, perusahaan juga terus menjaga kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Di mana, rasio NPL Bank Danamon tercatat 3,3% pada semester pertama 2018. “Kredit Dalam Perhatian Khusus membaik 240 bps menjadi 11,8% dari 14,2% setahun sebelumnya. Rasio Biaya Kredit (cost of credit ratio) stabil pada tingkat 2,6%, sementara kredit yang
direstrukturisasi terus menurun.”

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia