Pemenang 143 Kategori

14 May 2019 14:02

UCCA Dune Art Museum
Kategori: Bangunan Budaya
Lokasi: Bohai Bay, Qinhuangdao, Tiongkok
Luas lahan: 930 m2
Arsitek: OPEN Architecture

Konsep: Rancangan gedung ini terinspirasi dari aktivitas anak-anak saat bermain di pantai, yang senang menggali pasir, hasilnya sebagian gedung seakan “tenggelam” di dalam pasir. Bagian gedung yang muncul dan tenggelam itu saling terkoneksi, membentuk pola organik; memunculkan bentuk gua, cangkang kerang yang terbuka, tabung seperti di kapal selam, bentuk seperti pesawat ruang angkasa. Bentuk yang tak biasa ini, seakan ruang museum ini sebuah tempat tersembunyi, yang akan mendekatkan raga dan jiwa untuk berkontemplasi, menjiwai seni dan alam. Dibuka sejak tahun lalu, konsep demikian demi menjaga ekosistem pantai dengan bukit-bukit pasirnya yang khas. Sekaligus menjaga ekosistem di pesisir ini dari rambahan pengembangan realestat yang kebanyakan sudah merusak bukit-bukit tadi.

C&P Corporate Headquarters
Kategori: Gedung Kantor
Lokasi: Graz, Austria
Luas lahan: 2.465 m2

Arsitek: INNOCAD

Konsep: Gedung ini berfungsi sebagai kantor pusat sebuah perusahaan pengembang. Konsepnya adalah “cubend” yang merupakan penggabungan kata “cube” dan “bend” yang masing-masing bermakna “kegigihan” dan “lentur”. Desain transparan itu seakan ingin menunjukkan bahwa masih ada interaksi antara orang dan ruang, walaupun berada di struktur yang tertutup.

Berbentuk kubus setinggi tujuh lantai, bagian inti gedung adalah struktur beton yang dibuat seakan melayang. Konsepnya multilapis dengan penggunaan material struktur yang berbeda-beda, bertujuan untuk menghemat penggunaan energi. Lapis pertama berupa struktur beton warna putih yang dibentuk dengan pola grid, berfungsi sebagai pembatas dan pelindung sinar matahari. Didesain dinamis, beberapa bagian tetap dibiarkan terbuka.

Lapis kedua adalah serambi, yang juga berfungsi sebagai area transisi sebelum masuk ke inti bangunan. Lapis terdalam adalah ruang kantor, di mana langit-langitnya dirancang dengan bentuk serupa jala terbentang. Desain ini, selain bagus secara estetika, juga memenuhi kebutuhan akustik gedung. Keseluruhan gedung dirancang dengan memperhatikan aspek biofilik, yakni memasukkan unsur alam demi kenyamanan dan kebahagiaan pengguna ruang, salah satunya dengan menempatkan tanaman tidak saja di area luar, juga di balkon, dan taman atap.
Brick Cave
Kategori: Rumah
Lokasi: Dong Anh, pinggir Hanoi, Vietnam
Luas lahan: 190 m2
Arsitek: H&P Architects

Konsep: Seluruh struktur bangunan dibentuk dari dua lapis bata merah yang disusun saling silang, saling bertaut, namun tetap memberi ruang sirkulasi udara yang baik. Ada dua lapis dinding, yaitu yang terluar yang membatasi dengan jalan, dan dinding rumah di sisi dalam, yang keduanya dipisahkan oleh area terbuka. Selain sebagai batas tapak, dinding bata luar itu juga berfungsi sebagai penyaring masuknya sinar matahari langsung dari arah Barat, debu dan suara. Beberapa bagian dibuat seperti kerawang, sehingga udara dan cahaya bisa tetap mengalir hingga ke dinding lapis kedua.

Setengah bagian atas dinding luar itu dimiringkan ke arah dalam, menciptakan sudut pandang yang lebih baik bagi lingkungan sekitar. Bentukan demikian, membuat penghuni di dalam rumah mendapatkan aliran udara dan sinar matahari berbeda-beda tergantung kondisi cuaca. Di mana kota ini acapkali merasakan hujan yang sangat deras dalam tempo lama, udara yang lembab, atau panas yang sangat terik. Selain itu juga memberi pengalaman ruang hasil kombinasi rasa antara publik dan privasi, tertutup dan terbuka, membuat seakan tiada batas antara sisi luar dan dalam, rumah dan gang, manusia dan alam.

Sesc 24 de Maio (Square of SESC)
Kategori: Gedung Publik
Lokasi: sudut 24 de Maio Street dan Dom José de Barros Street, pusat kota São Paulo, Brazil
Luas lahan: 27.865 m2
Arsitek: MMBB Arquitetos, Paulo Mendes da Rocha

Konsep: Tapak bangunan pada awalnya adalah perumahan dengan lapangan, yang mengisi di salah satu sudut kawasan heritage. Tapak itu diubah menjadi ruang publik yang berfungsi sebagai fasilitas rekreasi dan layanan umum, dalam jumlah yang lebih banyak, seperti restoran, perpustakaan, gym center dan theater. Salah satu fasilitasnya adalah kolam renang yang dibangun lantai atap. Semua fasilitas itu ditumpuk di gedung tinggi, namun semua bisa dijangkau dengan berjalan kaki, dan dirancang dengan konsep playfull, sehingga menyusurinya tetap nyaman.

Untuk itu sebagai konektor antara fasilitas adalah dengan membuat ramp di salah satu sisinya, yang berbatas dengan “dinding” bangunan yang dilapis kaca dan taman gantung. Konsep demikian menjadikan gedung yang tak berpagar, namun tetap terbatas. Nuansa playfull itu juga dibangun di interiornya, dengan memasukkan kursi/meja atu artworks berwarna warni, area kreatif yang memberi kesan bermain, bahkan di coworking space-nya.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia