Pengembang Lokal Batam Pun Agresif Manfaatkan Cerug Pasar

13 September 2018 11:15

Di samping pengembang skala nasional yang terus agresif memasok proyek-proyek baru di batam sejumlah pengembang lokal pun tidak mau ketinggalan. Beberapa pengembang lokal juga sudah mulai masuk ke kelas yang lebih tinggi.

Contohnya Royal Property yang tengah memasarkan proyek terbarunya yaitu perumahan Royal Bay. Di atas lahan seluas 10 ha, perumahan yang mengusung konsep staycation (tinggal sekaligus berlibur) ini menghimpun 109 unit (dari total 269 unit) rumah dua lantai dengan berbagai pilihan tipe. Mulai dari tipe 128m2 sampai tertinggi tipe 245m2 dengan harga mulai dari Rp2,3 miliar.

Menyusul Royal Properti, ada juga pengembang Cipta group. Melalui anak usahanya PT Buana Cipta Propertindo, pengembang yang telah 23 tahun berdiri di Batam ini mengembangkan kawasan hunian Buana Central Park.

Mengusung konsep modern tropis pertama di Pulau Batam, Buana Central Park yang dikembangkan di atas kawasan seluas 50 hektar ini nantinya akan merangkum landed house, ruko, 2 tower apartemen, pasar modern serta pusat perbelanjaan. Untuk memanjakan penghuninya, Buana Central Park juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti jaringan listrik bawah tanah, jaringan internet, sistem keamanan 24 jam, club house, angkutan kawasan, bus feeder, dan fasilitas lainnya.

Pembangunan Buana Central Park dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama akan dikembangkan area komersial berupa 900 unit ruko, pasar modern, serta 900 unit rumah yang dibagi dalam 6 kluster. Disusul tahapan selanjutnya, berupa 2 tower apartemen, pusat perbelanjaan dan city walk.

Untuk area ruko yang dipasarkan terdiri dari 2 type, yaitu type Townhouse (2 lantai) dan Type Ruko 3 lantai, dengan harga mulai dari Rp700 jutaan. Sementara, rumah terdiri dari 4 type, yaitu type 36/72, 48/98, 58/105 serta type 88/180, dengan harga mulai dari Rp370 jutaan sampai dengan harga tertinggi Rp1 Milliar.

Proyek multifungsi Oxley Convention City, termasuk garapan pengembang lokal yang cukup sukses menggebrak pasar apartemen di Batam. Proyek hasil kongsi antara PT Karya Indo Batam dengan Rich Capital Ltd dan Oxley Holdings Limited ini dibangun di atas lahan seluas 2 hektar dan merangkum 3 tower apartemen, 1 hotel, area komersial ruko, pusat perbelanjaan 4 lantai, area convention berkapasitas 500 orang serta area F&B yang semuanya akan saling terintegrasi dalam satu kawasan.

Ketua DPD REI Batam, Achyar Arfan, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Batam dalam dua tahun terakhir memang mengalami penurunan signifikan. Hal ini dikarenakan sebagian besar industri di Batam berorientasi ekspor yang sangat bergantung pada pasar global. Ketika global menurun maka industrinya ikut menurun. Dan, kondisi ini secara tidak langsung berkorelasi dengan bisnis properti di Batam yang ikut melambat, meski memang tidak terlalu parah.

Selain, faktor ekonomi, salah satu faktor yang ikut memukul sektor properti beberapa waktu lalu adalah saat terjadinya penertiban administrasi ketika terjadinya pergantian kepala BP Batam. “Saat itu, semuanya sempat tertahan. IPH (Ijin Peralihan Hak) selama hampir setahun lebih tidak berjalan, sementara IPH merupakan syarat sebelum terjadinya AJB. Persoalan-persoalan seperti ini jelas membuat bisnis properti cukup terpukul,” jelas Achyar.

Achyar menambahkan, sebagian pengembang di Batam saat ini memasarkan hunian kelas menengah dengan kisaran harga Rp200 juta sampai dengan Rp700 juta. “Sekitar 70% pasar properti di Batam berada di kisaran harga tersebut karena memang pangsa pasarnya yang gemuk,” ujarnya.

Ia tak menampik, jika saat ini Batam menjadi salah satu kawasan potensial bagi pengembang skala nasional. Bagi Achyar, tingginya intensitas pengembang skala nasional yang berekspansi ke Batam memberi dampak positif bagi pengembang setempat, khususnya terkait perkembangan harga.

“Sebagai contoh, dulu kita jual ruko seharga Rp1,5 miliar lumayan sulit. Namun, ketika pengembang nasional masuk dan menjual ruko seharga Rp2 miliar, ternyata sukses. Hal inilah yang lantas memotivasi kita untuk menjual proyek serupa namun dengan harga 10% lebih rendah dan ternyata sukses,” tutup Achyar. MPI Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia