Pengembang Muda Abdul Hamid Dulu Polisi, Sekarang Pengembang Properti

13 March 2018 11:49

Abdul Hamid, salah seorang pengembang muda yang diulas Majalah Properti Indonesia edisi Maret 2018. Ia tadinya seorang anggota polisi Republik Indonesia. Mengundurkan diri kini fokus mengembangkan bisnis properti melalui bendera Miga Group.

Ayah dua anak ini bisa mengekspresikan gairah bisnisnya dengan tenang dan terbuka. Ia juga akan meningkatkan speed bisnisnya. “Saya katakan kepada pimpinan sudah berfikir matang dan ingin fokus ke usaha yang sedang dibangun,” ujar Hamid yang pangkat terakhirnya brigadir polisi.

Hamid dikenal gigih dalam mengembangkan usahanya. Hal itu karena ia bukan terlahir dari keluarga kaya raya atau berlatar belakang pengusaha. Lahir di Tangerang, 4 Juni 1985, Hamid adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Sejak duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar, Hamid telah menjadi anak yatim dan semua biaya sekolah ditanggung oleh sang kakak.

Selepas menamatkan Sekolah Menengah Atas, pada 2004, dia mendaftarkan diri sebagai polisi. Alasannya, karena dia tidak mau membebani kakaknya yang telah membiayai pendidikannya sejak SD.

“Sebenarnya saya sudah diterima di UGM (Universitas Gajah Mada) saat itu, tapi saya memilih jadi polisi, karena saya ingin cari uang sendiri. Dan memang saya masuk kepolisian tanpa uang sama sekali,” kata Hamid.
Dengan latar belakang sarjana hukum, Hamid mengaku tidak mempelajari ilmu bisnis secara formal, hanya keberanian dan tekad yang kuat mendorongnya memulai usaha.

“Jika ingin sukses ya harus gigih dalam menjalankan usaha sehingga rintangan yang menghadang bisa dilewati,” kata Hamid. Selain bergerak di bidang properti melalui Mika Land, Mika Group juga memiliki usaha lain, antara lain general contractor, security, parking, furnitur dan automotive trading.

Langkahnya di dunia konstruksi semakin mudah setelah mendapat kontrak dari Paramount Land untuk mengerjakan pagar teralis di kawasan proyeknya dengan nilai kontrak sekitar Rp 1 miliar.

“Mendapat kepercayaan besar seperti itu, bagi saya adalah ujian untuk menjaga komitmen bisnis. Alhamdulillah kami bisa memberi kepuasan dengan kualitas. Paramount Land bahkan memberi kepercayaan kepada unit bisnis general contractor kami untuk pengerjaan cut & fill lahan.

Tidak hanya Paramound Land, kami juga mengerjakan proyek cut & fill BSD City Sinar Mas Land, “ kata Hamid. Setelah masuk di dunia konstruksi, Hamid kemudian terjuan ke dunia properti.

Memang belum banyak proyek properti yang digarap oleh Mika Land. Namun Hamid optimis perusahaannya akan terus maju proyek properti yang dikembangkan akan semakin banyak.

Sebagai langkah awal, Mika Land membeli lahan seluas 20 hektare di kawasan Munjul, Tigaraksa, Tangerang. Mika Land ingin membuat kota mandiri mini yang memiliki fasilitas lengkap. Pada 2014, Mika Land pun meluncurkan n proyek perdana Savana Residence, yang memasarkan rumah subsidi dengan luas tanah 60 m2 dan luas bangunan 30 m2.

Di tahap pertama, Savana Residence memasarkan 100 unit rumah dan tahap kedua 500 unit. Pada tahap ketiga, Mika Land meluncurkan 600 unit rumah yang semuanya habis terserap pasar. “Untuk mengembangkan 1.200 unit rumah di tahap pertama, kami telah menyiapkan lahan sebesar 10 hektar. Sementara 10 hektar sisanya akan kami kembangkan menjadi perumahan komersial,” paparnya.

Agar masyarakat puas, Hamid mengaku membangun rumah dengan kualitas yang baik. “Kualitas produk harus nomor satu. Bisnis properti katanya bisnis dengan margin yang besar, tapi jika pengembang mau mengurangi margin yang didapat untuk meningkatkan kualitas propertinya, saya yakin brand image yang bagus akan terbentuk sendiri. Saya yakin, Pak Ciputra melakukan hal ini dalam membangun perusahaannya. Lihat saja sekarang, proyek apapun yang dilansir brand Ciputra pasti disambut antusias oleh pasar,” papar Hamid.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia