Pengembang Muda Miftah Sunandar Dari Besi Loak ke Bisnis Properti

12 March 2018 16:09

Lantaran sering berhubungan dan memasok kebutuhan material bangunan ke para kontraktor, Miftah Sunandar mendapat banyak ilmu dan pengetahuan tentang seluk-beluk pembangunan rumah.

Miftah Sunandar adalah salah satu pengembang muda yang diulas Majalah Properti Indonesia, edisi Maret 2018. Di usianya yang relatif muda, Miftah Sunandar sukses menjadi pengembang properti. Lewat bendera PT Miftah Putra Mandiri (MPM), pria kelahiran 12 April 1981 ini sudah membangun puluhan perumahan di wilayah Depok dan sekitarnya. Sebut saja Perumahan Villa Putra Mandiri I, II, III, dan IV, Putra Mandiri Residence, Putra Mandiri Regency, serta Griya Putra Mandiri.

Sebelum terjun di bisnis properti, bisnis Miftah berawal pada tahun 2001 yakni jual-beli besi tua dan loakan. Ia mulai be lajar menjadi pengusaha dengan mengumpulkan besi bekas konstruksi yang selanjutnya dijual ke kontraktor. Kala itu ada kebutuhan besi bekas yang murah karena harga material bangunan cukup mahal.

Dari besi bekas inilah usaha pria yang kini juga menjabat sebagai Ketua Kadin Depok terus menanjak. Setahun kemudian, pada 2002, Miftah bisa membuka toko material dan besi konstruksi dengan nama PD Putra Mandiri. Lantaran sering berhubungan dan memasok kebutuhan material bangunan ke para kontraktor, Miftah mendapat banyak ilmu dan pengetahuan tentang seluk-beluk pembangunan rumah.

Akhirnya pada 2004 Miftah memberanikan diri membangun dua unit rumah di lahan 170 m2 berbekal pengetahuan otodidak tersebut. “Waktu itu bermodal sertifikat tanah milik mertua, sehingga mendapat pinjaman Rp50 juta,” papar sarjana ekonomi Jurusan Manajemen STIA YAPPAN. Perumahan pertama yang dibangunnya adalah Perumahan Putra Mandiri dengan hanya beberapa unit dan sukses menembus pasar.

Miftah menuturkan perusahaannya pun memiliki beragam strategi sehingga bisa terus maju dan berkembang. Misalnya yang dijalankan dalam dua tahun terakhir antara lain besaran uang muka yang ditetapkan sebesar 30% tetapi dapat diangsur hingga 2 tahun. Perusahaan dalam hal ini tetap memegang prinsip semakin besar uang muka yang dibayar di muka maka akan semakin ringan dalam mengangsur.

Strategi lain yakni memberikan subsidi suku bunga dalam kondisi tertentu sesuai dengan kesepakatan dengan konsumen. Kondisi tersebut biasanya jika konsumen masih mencicil uang muka sedang cicilan juga sudah berjalan dan terjadi kenaikan suku bunga yang cukup tinggi. Menurut Miftah, jurus perusahaan di atas terbukti ampuh untuk mendorong penjualan proyeknya yang berbasis perumahan di kawasan Depok dan Bandung. Penjualan yang sempat seret pada 2016, mulai membaik lagi sejak menerapkan program di atas.

Saat ini PT MPM memiliki 4 proyek berjalan yang dipasarkan yakni Green Putra Mandiri 120 unit, Grand Putra Mandiri 173 unit, dan Panorama Putra Mandiri 136 unit yang ketiganya berada di Depok, serta satu di Bandung bernama Bentang Padalarang Regency sebanyak 1.300 unit.

Selain di bisnis properti, Miftah memiliki unit usaha lainnya, antara lain PT Uji Karya Prestasi yang bergerak di sektor tambang pasir dan PT Miftah Sunandar yang fokus di jasa arsitektur dan perencanaan kota. Lantas, PT Miftah Trans Way yang menaungi lini usaha angkutan umum dan PT MPM Cemerlang sebagai operator Radio Cemerlang.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia