Pengembang REI Jakarta Dukung Program DP 0 Pemprov DKI Jakarta

18 January 2018 15:55

Program Rumah DP 0 yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta didukung oleh 21 pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (18/1). Ke 21 pengembang itu yakni PT Adhi Persada Properti, PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Alam Sutera Realty Tbk., PT Ahimsa Persada Nusantara, Ciputra Group, Eureka Group, Gapura Prima Group, PT HK Realtindo, Intiland Group, Jakarta Propertindo, Lippo Group, PT Metropolitan Land, MSH Group.

Selanjutnya ada PD Pembangunan Sarana Jaya, Perumnas, PT PP Property, PP Urban, Relife Property, Riyadh Group Indonesia, Sinarmas Group, dan PT Waskita Karya Realty. “Di dalam acara ini ada penandatanganan pernyataan mendukung program DP 0. Kami komitmen, Pak. Bapak punya programnya, kami mendukung,” ujar Amran Nukman, Ketua DPD REI DKI Jakarta.

Sementara Sandiaga Uno,Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan, “Saya sangat menyambut baik inisiatif REI untuk pembangunan perumahan di Jakarta. Jadi nanti kami juga akan ajak REI Jakarta untuk aktif menyusun RPJMD yang sedang difinalkan Di awal banyak yang skeptis kami bisa mendorong program ini. Kami sedang mematangkan konsepnya dan berkoordinasi dengan OJK dan sekarang masuk tahap finalisasi. Secara fisik kami sudah yakin, makanya sekarang sudah groundbreaking. Begitu skemanya jadi kami luncurkan dan pengembang dari REI DKI Jakarta bisa langsung memulai pembangunannya.”

Di hari yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan apartemen program DP 0 pertama di Jakarta bernama ‘Klapa Village’. Lokasi pembangunan berada di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Untuk proyek yang pertama itu Pemprov DKI Jakarta menggandeng BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya.

Apartemen ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang gajinya tak lebih dari Rp 7 juta. Ditargetkan akan ada 700 unit apartemen yang akan segera bisa dipasarkan ke masyarakat. Rencananya proyek yang dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektar akan diselesaikan 1,5 tahun.

Anies mengatakan pendaftaran akan dimulai pada bulan April saat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) program DP 0 terbentuk. Skema pembayaran akan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Skemanya FLPP yang akan bisa dilakukan segera,” sebut Anies. YS