Perbankan Syariah Makin Ekspansif Salurkan KPR. Agar lebih menarik, perbankkan syariah membuat produk KPR yang disesuaikan dengan pangsa pasar yang dibidik, terutama kaum milenial.

14 May 2019 13:48

Bank Indonesia (BI) menilai saat ini masih cukup banyak ruang untuk meningkatkan porsi kredit pemilikan rumah (KPR) di Tanah Air. Peningkatan KPR akan mendorong perekonomian nasional. Rasio KPR terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2017 lalu sebesar 2,9% atau lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Filipina yang 3,8%, Thailand 22,3%, Malaysia 38,4% atau Singapura yang sudah 44,8%.

“Masih banyak ruang untuk meningkatkan KPR,” kata Bayu Adi Gunawan, Manajer Departemen Makro Prudensial BI. Saat ini, tambah Bayu, pangsa kepemilikan KPR oleh debitur milenial berusia 26-35 tahun mengalami peningkatan. Sedangkan pangsa KPR yang dimiliki oleh debitur usia 36-45 tahun justru mengalami penurunan sejak 2014.

Tak hanya perbankkan konvensional yang menggenjot pertumbuhan penyaluran KPR. Pun dengan perbankkan syariah. Tahun ini, perbankkan syariah rata-rata menargetkan untuk menaikan penyaluran KPR hingga 10%. Potensi yang besar membuat perbankkan syariah optimis target akan tercapai. Untuk itu berbagai strategi pun disiapkan untuk menggenjot penyaluran KPR.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara Syariah atau BTN Syariah pada tahun ini menjalankan strategi yakni mengutamakan pertumbuhan kredit dalam pembiayaan perumahaan, sehingga pembiayaan yang non perumahan dikurangi. “Rasio tahun lalu sekitar 80% untuk KPR dan non KPR 20%. Tahun ini kita fokus ke KPRnya dengan target 90%,” ungkapnya.

BTN Syariah meluncurkan produk pembiayaan kepemilikan properti syariah terbaru bertajuk KPR Hits yang ditawarkan dengan tenor hingga 30 tahun. Peluncuran produk KPR Hits yang identik dengan milenial menjadi salah satu strategi BTN Syariah untuk mengejar target pertumbuhaan pembiayaan tahun 2019. Khusus KPR Hits, BTN Syariah menargetkan bisa meraup pembiayaan sebesar Rp1,35 triliun atau setara dengan kurang lebih 2.700 unit.

Direktur Bank BTN, Iman Nugroho Soeko mengatakan KPR Hits diracik khusus bagi para milenial yang ingin melakukan resolusi hijrah. Produk ini merupakan jenis KPR non subsidi yang disesuaikan dengan karakter fresh graduate. “Tenor panjang hingga 30 tahun, uang muka bisa satu persen, dan angsurannya bisa memilih, ujroh minimal 7,75%,” kata dia

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia