Perpaduan Kontemporer dan Karakteristik Ecohousing

14 September 2018 14:42

Terminologi kontemporer dalam dunia seni dan desain mulai hits pada tahun 70 an, dengan gaya yang mengacu pada desain masa kini. Konsep ini mulanya diartikan sebagai penggabungan berbagai gaya mulai dari modernisme serta beberapa elemen dari art deco, dekonstruktivisme, futuristik dan beberapa gaya lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, desain kontemporer pun mulai menjadi tren dan mengembangkan eksklusivitasnya sendiri.

Desain kontemporer menggunakan banyak garis yang terlihat ramping dan kontras. Hal tersebut untuk menghilangkan kesan kaku dan menampilkann aksen yang lebih menarik. Kontemporer pada dasarnya adalah gaya desain yang sedang up to date atau sedang diproduksi pada masa sekarang. Adapun, ecohousing merupakan karakteristik yang kerap digunakan dalam arsitektur kontemporer.

Dalam kondisi aktual, banyak bangunan konvensional dengan desain kontemporer yang memakai elemen ramah lingkungan dan hemat energi. Dalam konstruksi hunian, desain kontemporer memiliki tujuan untuk mengintegrasikan rumah dengan alam, sehingga menambahkan karakter khusus pada rumah.

Dengan konsep inilah show unit apartemen dua kamar seluas 60 m2 di proyek CitraPlaza Nagoya Batam ini didesain SHS Associates. Saat melangkah menuju koridor depan, misalnya. Gaya kontemporer langsung terlihat jelas pada tampilan setiap ruangan. Pencahayaan yang tidak terlalu mencolok membuat pengunjung langsung terfokus pada elemen atau dinding aksen dan karya seni yang tersebar rapi di sudut-sudut ruangan.

Pada koridor ini sebetulnya tidak terlalu banyak dekorasi, sebab sengaja dirancang demikian rupa untuk menonjolkan konstruksi asli dari unit apartemen ini. Perpaduan warna putih dan krim pada tampilan dinding membuatnya terlihat lebih luas dan elegan. Sementara, penempatan “Angan” yaitu rak dari tiang-tiang rotan yang membentuk siluet kandang, buah karya dari AlvinT cukup sukses untuk mempermanis ruangan yang tidak terlalu “padat”.

Kesan kontemporer semakin nyata terlihat ketika melangkah ke dalam. Sebuah pantry dengan kitchen set minimalis terpampang di sebelah kiri koridor, sementara kamar mandi dengan sekat kaca transparan sengaja ditempatkan pada sebelah kanan. Penempatan elemen karya Alvin T yaitu “Lumping” – mainan kuda goyang berbalut rotan dengan kerangka alumunium, lagi-lagi sukses membuat ruangan menjadi lebih elegan, namun tetap memberikan kesan hangat bagi keluarga.

Furnitur – furnitur yang dipilih memang memiliki perbedaan bentuk dan bahan material, namun masih dengan konsep yang hampir mendekati. Misalnya, sofa rotan dan meja bulat di tengah memiliki karakteristik yang sama dalam hal estetika. Penempatan meja makan berkapasitas 2 orang, satu buah sofa double, serta rak tv minimalis juga semakin mengukuhkan keberadaan ruangan multifungsi dengan ukuran minimalis ini.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia