Persaingan 2 Kutub Penyangga Jakarta Koridor Barat & Timur

15 October 2018 12:14

Majalah Properti Indonesia edisi Oktober 2018 menurunkan ulasan tentang persaingan dua kutub penyangga jakarta, Timur dan barat.

Koridor barat dan koridor timur adalah dua kutub properti potensial yang menjadi penyangga Jakarta sejak beberapa tahun terakhir. Selain ketersediaan lahan yang melimpah, pembangunan infrastruktur adalah faktor utama yang turut mengubah dua kawasan yang pada dua dekade sebelumnya sempat dipandang sebelah mata tersebut. Bahkan sangat mungkin, di masa mendatang, dua kawasan inilah yang akan berkembang sebagai pusat bisnis, industri serta hunian terkemuka.

Sebagai Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah DKI Jakarta merupakan pusat pemerintahan yang telah menjelma sebagai sebuah kota metropolitan dan pusat bisnis dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia.

Di satu sisi, hal ini menjadi indikator positif, dimana pembangunan kota Jakarta mampu berakselerasi dengan cepat. Sementara, di sisi sebaliknya, tingginya pertambahan penduduk di DKI Jakarta, baik secara alamiah maupun migrasi, sangat rentan terhadap masalah ekonomi, sosial, dan demografis. Dengan keterbatasan wilayah DKI Jakarta, tentu tidak akan mampu untuk menopang seluruh pembangunan. Karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan daerah penyangga DKI Jakarta sebagai solusinya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, daerah penyangga DKI Jakarta yaitu Bogor, Tangerang, Bekasi, Puncak, Depok dan Cianjur. Regulasi ini diperkuat melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.

Sejak beberapa tahun terkahir, Pemerintah pusat terus melakukan pemerataan pusat ekonomi baru di daerah- daerah penyangga tersebut agar pembangunan dan ekonomi tumbuh merata selain DKI Jakarta. Pemerataan pusat ekonomi ini termasuk dengan menyiapkan berbagai fasilitas baik infrastruktur, transportasi, maupun penciptaan kawasan industri baru sehingga bisa menjadi basis ekonomi (economic base) baru.

Koridor barat dan timur lebih atraktif

Dalam perkembangannya, daerah penyangga DKI Jakarta di sepanjang koridor barat (Tangerang) dan timur (Bekasi) berkembang lebih atraktif. Hal ini lantaran di kedua koridor tersebut lahannya cukup besar dan pembangunan infrastrukturnya cukup masif. Sementara di Bogor dan Depok, pembangunan tidak bisa masif karena merupakan daerah resapan air sehingga harus menjaga ruang terbuka hijau (RTH) agar tetap bisa berfungsi sebagai daerah penyedia air dan pengendali banjir.

Koridor barat berkembang lebih dulu dibandingkan koridor timur. Pasca krisis moneter 1998, koridor barat melalui Serpong menjadi idola pengembang. Serpong menawarkan potensi mumpuni, baik untuk hunian maupun industri. Pengembang properti besar banyak yang masuk ke koridor barat dan menguasai lahan yang luas hingga ribuan hektar. Mereka membangun perumahan skala kota (township) yang berisi berbagai jenis properti, mulai dari hunian hingga komersial.

Berbagai jenis properti yang dibangun membuat wajah koridor barat bersalin rupa menjadi sebuah kota baru yang gemerlap. Pengembangan koridor barat semakin melesat juga karena aksi spekulasi dari para investor yang membuat penjualan properti meningkat tajam. Aksi itu disambut oleh pengembang dengan membangun berbagai jenis properti secaa masif.

Setelah melaju kencang, koridor barat mulai kehabisan nafas. Harga lahan yang sudah tinggi membuat koridor timur kemudian dilirik. Apalagi kini banyak dibangun infrastruktur baru sehingga melahirkan prospek investasi properti yang besar yang membuat koridor timur menjadi primadona baru bagi pengembang properti. Lantas bagaimana dengan koridor barat ke depan, apakah masih memiliki prospek? Dan seberapa besar prospek properti di koridor timur? YS
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia