Potensi Pertumbuhan Hunian Vertikal di Tahun Politik

15 December 2017 13:32

Jakarta, mpi-update. Sepanjang 2017 statistik perbankan Indonesia mencatat nilai kredit pembiayaan kembali mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 26.877 triliun. Peningkatan ini lebih tinggi dari nilai kredit pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan adanya optimisime di kalangan pelaku bisnis di industri properti, khususnya apartemen.

Jeffry Yamin selaku Marketing Direktur Green Pramuka City mengatakannya dalam acara media gathering ‘Kaleidoskop 2017 dan Overview 2018’ yang digaleri Kantor Marketing Green Pramuka City Jumat (15/12), melalui siaran pers yang diterima mpi-update (15/12).

Jefry otimis pertumbuhan bisnis properti ke depan akan lebih baik, melihat upaya pemerintah dengan menerapkannya berbagai kebijakan yang bertujuan memberikan stimulus pada sektor propert. Di antaranya BI 7-Day Repo Rate, Tax Amnesty, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) dan pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan data Bank Indonesia mencatat indikasi peningkatan pertumbuhan kredit baru pada qauartal 2 (Q2) 2017, diantaranya: Kredit Pemilikan Rumah (KPR)/Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) mencatatkan kenaikan tertinggi yakni sebesar 70,7% pada Q2 2017 dan untuk segmen apartemen, rasio NPL tertinggi berasal dari apartemen dengan luas kurang dari 21m2, yaitu 5,52%. Sementara rasio NPL terendah apartemen berasal dari tipe besar (di atas 70 m2) yaitu sebesar 1,77%.

Sementara untuk tahun 2018, konsultan properti Colliers Internasional memproyeksikan pasar apartemen di Jabodetabek supplainya akan mencapai angka 34.000 di tahun mendatang. Hal ini mengindikasikan optimisme pengembang terhadap pasar properti tanah air yang masih terus bertumbuh.

Green Pramuka City sebagai salah satu pengembang yang turut meramaikan pasar hunian vertikal tahun mendatang masih akan mengedepankan keunggulannya sebagai satu kawasan strategis ditengah kota Jakarta. Jefry menyebut pihaknya memberikan berbagai promo menarik seperti program cicilan 120 kali tanpa slip gaji dan dokumen yang rumit, biaya angsuran ringan, DP mulai 10%, gratis biaya pemeliharaan selama 1 tahun dan kemudahan proses administrasi. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi pengembang tersebut dalam menghadapi persaingan di bisnis ini tahun depan.

Sikap optimis pasar hunian vertikal tahun 2018 juga pun disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Pengelolaan Apartemen dan Rumah Susun Real Estat Indonesia (REI), Mualim Wijoyo, dua tahun kedepan merupakan tahun politik di Indonesia, momentum terbaik bagi konsumen untuk membeli property. Alasannya tahun-tahun depan harga properti khususnya apartemeb enderung naik secara signifikan setelah perhelatan politik selesai.

Menurut Mualim, hal yang perlu diperhatikan oleh para pengembang hunian vertikal, perlu memberikan pemahaman yang tepat kepada calon konsumen perihal isu-isu yang beredar tekait dengan hunian vertikal maupun kondisi umum yang terjadi di Indonesia, sehingga akan memudahkan pengembang dalam memasarkan produknya.