Property onsale Ruko di Jabodetabek Tumbuh Subur

14 September 2018 14:19

Untuk memikat pembeli, berbagai inovasi juga dilakukan pengembang properti dalam mengembangkan ruko sehingga tidak hanya berupa bangunan kotak-kotak biasa yang kaku.

Kebutuhan ruko dinilai akan terus bertumbuh. Tak heran jika perusahaan pengembang properti selain membangun rumah, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, juga masif membangun ruko. Permintaan ruko berasal dari pebisnis yang membuka bisnis atau kantor sendiri dan investor yang menyewakan rukonya kepada orang lain. Apalagi ruko bisa dijadikan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal. Satu properti, dua fungsi.

Salah satu pengembang yang cukup banyak membangun ruko adalah PT Summarecon Agung Tbk.. Pada tahun 2017 lalu, Summarecon berhasil meraih penjualan pemasaran sebesar Rp3,6 triliun dimana produk ruko berkontribusi terbesar kedua (25%) setelah rumah (46%). “Permintaan ruko sangat besar sehingga kami banyak memasarkan ruko,” ujar Adrianto P Hadi, Presiden Director PT Summarecon Agung Tbk..

Besarnya permintaan juga karena ruko masih diminati sebagai instrumen investasi. Potensi kenaikan harga ruko di lokasi yang strategis cukup tinggi, bisa mencapai 20% per tahun. Pertumbuhan harga akan terjadi seiring dengan progres pembangunan, dan juga beroperasinya ruang komersial tersebut. Mendekati masa operasional atau pembukaan harga bisa dua kali lipat.

Menurut hasil survei yang dilakukan DPD REI DKI Jakarta kepada 333 anggota, ruko banyak dibangun di Jakarta (31%), Bekasi (27%), Tangerang (14%), Bogor (12%), dan Bandung (3%). Sementara di Batam, Balikpapan, dan Pekanbaru masing-masing 2%, lalu di Depok, Banten, Jambi, Makasar, Samarinda, Sidoarjo, dan Wonosobo masing-masing sebesar 1%

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia