Prospek Properti Kota Solo Pengembangan Mulai Mengarah Ke Wilayah Utara

09 November 2018 10:37

Selain Yogyakarta dan Semarang, Kota Solo adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang terus menarik investor untuk melakukan investasi di sektor properti. Faktor demografi dan aktivitas ekonomi yang berkembang pesat adalah beberapa faktor bertumbuhnya kawasan tersebut.

Kota Solo merupakan salah satu kawasan yang memiliki daya tarik di bisnis properti. Selain sebagai kota wisata, Solo juga didukung oleh berbagai pengembangan infrastruktur serta akses transportasi publik modern sehingga dapat mudah dijangkau.

“Solo sudah jadi kota wisata, secara infrastruktur, terhubung cukup baik dengan Yogyakarta, baik darat maupun kereta. Kalau dua kota tergabung yang wisata bisa pindah dengan mudah. Bisa meningkatkan ekonomi dan bisnis properti,” kata Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Meningkatnya kunjungan pariwisata ke Solo secara langsung berdampak positif terhadap perkembangan bisnis properti di kota kelahiran Presiden Joko Widodo tersebut. Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari broker property, pertumbuhan harga properti mencapai 30-40% per tahun.

Prospektif

Office Manager LJ Hooker Solo, Kustanti Mutiarasari mengatakan geliat bisnis properti Solo juga mengalami pertumbuhan yang cukup baik sepanjang tahun 2018 ini. Terbukti pasar properti mulai menanjak, yang disebabkan daya beli konsumen Solo terhadap properti masih bagus. Selain itu juga adanya support sejumlah perbankan dengan menawarkan suku bunga yang bersaing.

“Kami selaku agent property berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang properti. Apalagi saat ini kebutuhan konsumen terhadap properti cukup beragam. Terutama untuk pengembangan usaha berupa gudang baik sewa maupun beli,” jelas Happy sapaan Kustanti Mutiarasari.

Diakui Happy, saat ini bisnis properti yang cukup menjanjikan di eks Karesidenan Surakarta tersebut adalah properti jenis tanah yang difungsikan sebagai pergudangan untuk pengembangan sektor usaha. Umumnya pembeli merupakan investor yang berasal dari luar kota. Sedang untuk pasar hunian masih stagnan atau belum menunjukkan lonjakan signifikan. “Khusus ruko pasarnya tetap masih ada, selama harganya terjangkau. Meskipun, memang tak segencar seperti tahun lalu,” terangnya.

Diakui Happy, pasar properti hunian, khususnya landed house sempat merasakan gemilangannya pada tahun 2016 lalu. Hunian favorit tersebut, utamanya rumah dengan rentang harga di atas Rp200 juta hingga Rp1 miliar.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia