PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. Lakukan Rights Issue untuk Ekspansi

15 October 2018 16:22

Tahun 2018 Ristia Bintang melakukan dua kali aksi rights issue atau Penawaran Umum Terbatas (PUT). Untuk apa saja dana yang diraih dari publik?

Perlahan tapi pasti PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. (RBMS) terus melangkah di gelanggang bisnis properti Indonesia. Sejumlah strategi dijalankan agar roda bisnis properti yang digeluti perseroan sejak tahun 1985 terus melaju dan berkembang. Hingga 30 Juni 2018 lalu, perusahaan yang tercatat dengan kode saham RBMS di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut telah mencetak pendapatan Rp59,46 miliar atau tumbuh 88,17% year on year (yoy).

RBMS optimis pendapatannya akan terus meningkat. Apalagi sejumlah ekspansi telah dan akan dilakukan. Untuk ekspansi, RBMS menggalang pendanaan publik lewat aksi rights issue atau Penawaran Umum Terbatas (PUT) I. Dana yang diperoleh dari aksi PUT I dengan cara menerbitkan saham baru periode perdagangan 2-6 April 2018 adalah sebesar Rp256,01 miliar.

Perseroan telah membelanjakan dana hasil rights issue, antara lain, untuk membeli saham PT Tiara Raya Bali International (TBRI) sebanyak 41.363 lembar atau senilai Rp74,45 miliar. Nilai tersebut setara 59,09% dari pemegang saham lama. RBMS juga melakukan peningkatan penyertaan saham dalam TRBI sebesar Rp120 miliar atau 120.000 lembar saham.

Selanjutnya, perusahaan ini juga akan meminjamkan dana kepada TRBI untuk melakukan pembayaran yang berkaitan dengan penggunaan lahan sampai 2033. Lahan itu milik Direktur Utama PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. Richard R Wiriahardja seluas 14.850 m² yang terletak di Jalan Bukit Permai, Badung, Bali, atau dikenal sebagai lokasi Hotel Le Meridien Jimbaran, Bali.

TBRI merupakan pemilik Hotel Le Meridien, Jimbaran, Bali. Sebelumnya RBMS hanya memiliki 40% saham TBRI sehingga hasil kinerja pemilik hotel tersebut belum dikonsolidasikan pada laporan keuangan RBMS. RBMS menambah porsi kepemilikan saham di TRBI dengan menjadi pemegang saham mayoritas. Dengan terkonsolidasinya Tiara Raya, pendapatan RBMS akan semakin meningkat sigfinifikan pasca penambahan kepemilikan saham tersebut.

Richard bilang, prospek hotel Le Meridien tersebut sangat bagus dengan rata-rata okupansi di atas 72%. Dirinya yakin hotel dengan 118 kamar tersebut akan semakin berkembang sejalan dengan pertumbuhan pariwisata di Bali.
Selain itu manajemen Ristia Bintang juga memberikan pinjaman kepada PT Alam Indah Selaras sebagai entitas anak sebesar Rp45,14 miliar, yang telah dipakai untuk membeli lahan seluas 206.161 m². Dengan tambahan lahan tersebut, maka Alam Indah memiliki total izin lokasi seluas 300.000 m².

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia