Rayakan HUT ke-4, Permata Mutiara Maja Gelar Promo

07 October 2019 19:20

Jakarta, MPI-update. Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 pada 10 Oktober 2019, PT Bukitnusa Indahperkasa (BNIP), pengembang Permata Mutiara Maja menghadirkan Promo Bombastis yang hanya berlangsung sampai akhir bulan Oktober. Setiap pembelian unit KPR komersial dengan harga mulai dari Rp170 juta hingga Rp305 jutaan pasti mendapatkan hadiah sepeda motor Honda Beat. Selain itu juga setiap pembelian unit rumah KPR bersubsidi dengan program BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan) dengan harga hanya Rp140 juta pasti mendapatkan bantuan subsidi plafon kredit s/d Rp40 juta, kewajiban DP hanya 1%, sertifikat rumah sudah Hak Milik, dan juga TV 20. Syarat dan ketentuan berlaku untuk promo tersebut.

Sebelumnya PT. BNIP sukses melakukan peluncuran perdana (grand launching) Rumah Sederhana Sehat (RSH) tipe Lotus di cluster Orion pada tanggal 20 Juli 2019 lalu. Rumah tipe Lotus memiliki Luas Bangunan (LB) 27 m² dan Luas Tanah (LT) 60 m². Keunggulan tipe ini adalah memiliki 2 kamar tidur yang terdiri dari master bedroom dan kamar anak. Umumnya rumah subsidi hanya memiliki 1 kamar. “Ini kami lakukan selain ingin memberikan kepuasan maksimal kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, juga karena pemerintah telah menaikan batasan harga jual rumah bersubsidi pada Juni lalu sehingga pengembang memiliki ruang gerak yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas rumah subsidi,”ujar Cornelius Widjaja, Direktur PT. BNIP.

Saat ini juga PT. BNIP sudah membangun rumah tipe Lotus tersebut. Jadi, pembeli baru membayar uang tanda jadi sebesar Rp1 juta, PT. BNIP sudah bangun rumahnya, progress pembangunannya sendiri sudah mencapai 25%. “Kami adalah pengembang yang serius, tidak main-main. Kami memberikan yang terbaik dan akan menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” kata Cornelius.

Seiring dengan habis terjualnya unit rumah di cluster Orion, PT. BNIP membuka lagi sebuah cluster terbaru yakni cluster Topaz seluas 6,8 hektar dengan total unit rumah mencapai 642 unit. Karena antusias dan minat yang tinggi terhadap rumah tipe Lotus ini, PT. BNIP membuka cluster Topaz dengan konsep yang sama. Bedanya jika dahulu PT. BNIP menjual tipe Lotus dibandrol dengan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), kali ini PT. BNIP mendorong konsumen untuk membeli tipe Lotus dengan program BP2BT. PT. BNIP sendiri telah melakukan kerjasama dengan 5 bank yang bisa dipilih masyarakat untuk membeli rumah tipe Lotus seharga hanya Rp140 juta dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yakni antara lain Bank BTN, BNI, BRI Syariah, Mandiri, dan Bank Artha Graha.

“Saya yakin masyarakat sudah mendengar informasi bahwa kuota FLPP itu sangat terbatas, baik pada tahun ini maupun tahun depan. Oleh karenanya kami anjurkan untuk membeli rumah subsidi menggunakan program baru dari pemerintah, yaitu BP2BT. Namun bagi masyarakat yang melebihi syarat maksimum untuk memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah, masih bisa memanfaatkan momen promo ulang tahun kami ini dengan fasilitas pembiayaan KPR komersial. Fasilitas pembiayaan KPR komersial tersedia untuk unit-unit rumah di cluster Ruby dimana cluster ini tentunya tidak kalah bergengsi jika dibandingkan dengan perumahan mewah yang berada di kawasan Serpong,” ujar Cornelius.

Ditambahkan Daniel Chandra,Direktur PT. BNIP, keunggulan yang dimiliki rumah tipe Lotus antara lain memiliki spesifikasi terbaik di kelas rumah sederhana yakni memakai rangka atap baja ringan, plafon GRC, genteng beton, kusen & jendela alumunium, daun pintu engineering wood, dan dinding kamar mandi keramik & cat. Kemudian untuk jalan lingkungan ROW 6 dengan menggunakan paving block, sistem cluster dengan keamanan 24 jam serta dikelola melalui Estate Management System dan memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) seluas 14% dari total luas lahan yang akan dijadikan area penghijauan berupa taman dan lain sebagainya.

PT. BNIP mengembangkan perumahan Permata Mutiara Maja dengan konsep modern dengan total luas kawasan 200 hektar, lingkungan bebas banjir, dan dilengkapi berbagai fasilitas publik yakni berupa taman, sarana olah raga, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan. Fasilitas yang sudah tersedia antara lain sarana pendidikan mulai tingkat SD hingga SMA/SMK, futsal berstandar PSSI, dan Dapoer Maja yakni tempat nongkrong jajanan daerah dengan fasilitas free WiFi + nonton bareng. Lalu lokasi Permata Mutiara Maja terkoneksi dengan jalan utama yakni Jalan Raya Maja dan Jalan Raya Kopo Maja.

Permata Mutiara Maja sendiri berada di dalam kawasan Maja yang merupakan kawasan yang sedang berkembang pesat, khususnya karena Maja merupakan salah satu bagian dari program pemerintah yaitu MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Kawasan Maja akan menjadi sebuah Kota Baru Publik seluas 10.703 hektar sebagaimana telah ditetapkan melalui Perpres No 2 Tahun 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pengembangan Kota Baru Publik Maja dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) menempatkan Stasiun Maja sebagai pusat transportasi utama. Kawasan Kota Baru Publik Maja adalah bagian dari 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak dengan total jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa.

Perumahan Permata Mutiara Maja berlokasi di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Berjarak tidak jauh dari Stasiun Commuterline  (KRL) Maja, ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bisa dibeli dengan menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Perumahan ini dikembangkan sejak akhir tahun 2015. Dari total luas lahan 200 hektar, saat ini sudah terbangun 50 hektar dengan rumah yang sudah terjual sebanyak 2.500 unit dan terbangun sebanyak 1.500 unit dan 35% sudah dihuni. Diproyeksikan pengembangan perumahan Permata Mutiara Maja akan selesai dalam waktu 4 hingga 5 tahun ke depan.

Rencananya rumah bersubsidi di Permata Mutiara Maja akan dibangun sebanyak 5.000 unit. Permata Mutiara Maja pada tahun 2019 menargetkan dapat meraih penjualan sebanyak 1.000 unit rumah subsidi dan 450 unit komersil. Cornelius mengatakan, sampai dengan semester pertama target penjualan 2019 sudah mencapai 50%. Permata Mutiara Maja optimis target akan tercapai karena pasar rumah sederhana di kawasan barat Ibukota khususnya Maja sangat tinggi, terlebih lagi saat ini sedang dibangun proyek Jalan Tol Serpong Balaraja yang dapat memberikan nilai tambah.

Jika Jalan Tol ini telah selesai dan beroperasi maka akan sangat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Ibukota khususnya Maja yang diproyeksikan sebagai Kota Baru oleh Pemerintah. Melihat hal tersebut potensi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut sangatlah besar. YS