REI Dukung Pembentukan KEK Pariwisata di Bangka

13 April 2018 14:11

Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yakni KEK Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Selatan dan KEK Pantai Timur Sungailiat di Kabupaten Bangka sudah diajukan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada Pemerintah Pusat. Pengembangan dua KEK ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui masuknya lebih banyak investasi di Pulau Bangka.

Kalau restu dari Pemerintah Pusat turun, maka kedua KEK ini akan melengkapi Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) Tanjung Kelayang yang berlokasi di Pulau Belitung, pulau terbesar kedua di provinsi tersebut.

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Bangka Belitung, Thomas Jusman mengungkapkan keberadaan KEK bakal mendorong lebih banyak investasi baik dari luar daerah maupun luar negeri masuk ke provinsi tersebut. Saat ini diakui sudah ada investor yang melirik potensi ekonomi khususnya properti pariwisata di Babel, namun masih minim. Oleh karena itu, langkah-langkah strategis untuk menarik lebih banyak lagi investor untuk menanamkan modalnya di Babel perlu dilakukan.

“Potensi alam sangat besar, dan sektor pariwisata merupakan masa depan buat daerah ini. Keindahan alam khususnya pantai adalah anugerah Tuhan untuk masyarakat Babel. Sekarang tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik, dan disini butuh dukungan kebijakan dari pemerintah baik pusat maupun daerah,”kata Thomas kepada wartawan di Bangka, Jumat (13/4).

Salah satu upaya agar Babel semakin menarik bagi investor adalah dengan menyiapkan KEK pariwisata yang di dalamnya dilengkapi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait perizinan dan penanaman modal. Selain kemudahan fasilitas fiskal dan non fiskal, serta dukungan pengembangan infrastruktur kawasan.

KEK diharapkan menjadi objek wisata terintegrasi (integrated area tourism) yang dapat menggabungkan keindahan alam, seni budaya, wisata religi dan hingga wisata MICE (meetings, incentives, conferences, and events) dalam satu kawasan sekaligus.

“Karena itulah, kami mendukung penuh adanya KEK khusus pariwisata di Bangka untuk melengkapi KEK Tanjung Kelayang yang sudah mulai berjalan di Belitung,” ungkap Thomas yang juga Ketua Kadin Provinsi Bangka Belitung.

Dia memberi contoh KEK Pantai Timur Sungailiat yang berlokasi di sekitar kawasan wisata Tanjung Pesona memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan perhotelan dan resort, wisata bahari, wisata budaya yang ada di Bangka terutama etnis Melayu dan Tionghoa yang cukup harmonis, sport tourism, agro tourism, bahkan wisata reliji.

Thomas yang menjadi memprakarsa KEK Pantai Timur Sungailiat mengaku keseluruhan luas lahan yang diusulkan sekitar 300 hektar di dalam 600 hektare kawasan pengembangan wisata.

Menurut dia, lahan yang diajukan sudah clean and clear dan mendapat dukungan penuh dari Pemprov Bangka Belitung khususnya Gubernur Erzaldi Rosman Djohan, dan tinggal menunggu restu pemerintah pusat melalui Dewan Nasional KEK.

Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata pun memberikan dukungan penuh terhadao rencana Pemprov Babel untuk membangun dua KEK pariwisata sekaligus di Pulau Bangka. Dia berharap kedua KEK yang masih sedang dalam proses kajian di Dewan KEK Nasional tersebut bisa saling melengkapi guna mempercepat pembangunan sektor pariwisata di daerah itu.

“Semakin banyak KEK, maka investor memiliki banyak pilihan. Saya pikir ini ide dan prakarsa yang baik untuk memajukan sektor properti dan pariwisata di Babel. Bangun sebuah sinergi yang positif dengan tujuan sama membangun perekonomian masyarakat Babel,” ungkap Eman, demikian dia akrab dipanggil.

Event perayaan HUT REI ke-46 di Bangka Belitung, menurut Eman, dapat menjadi momentum bagi Pemprov Babel menyampaikan peluang investasi apa saja yang memungkinkan dilakukan pengembang anggota REI. Dimana pada acara itu sekitar 1.000 hingga 1.200 peserta akan hadir memeriahkan puncak HUT REI 2018.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengaku sudah menyiapkan dan mengajukan dokumen dua KEK pariwisata di Bangka yakni KEK Pantai Tanjung Gunung dan KEK Pantai Timur Sungailiat.
Dia mengaku telah melakukan pemaparan di Kemenko Perekonomian, namun Dewan KEK Nasional meminta beberapa persyaratan yang kurang untuk dilengkapi. Pemprov Babel menargetkan kedua KEK tersebut dapat ditetapkan dalam tahun ini.

“Kedua KEK ini kami ajukan dan perjuangkan secara bersamaan. Tetapi bukan berarti keduanya saling bersaing, karena masing-masing KEK dimajukan dengan segmen dan style yang berbeda, tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

KEK Tanjung Gunung lebih untuk MICE, sedangkan KEK Pantai Timur Sungailiat lebih pada wisata pantai, budaya dan seni, serta wisata reliji.

Menurut Erzaldi, Pantai timur Sungailiat memiliki keunggulan karena tipikal pantainya mirip Belitung yakni geopark dengan bebatuan granit nan memukau. Kawasan tersebut juga menarik secara penelitian karena banyak hidup binatang dan tumbuhan dengan karakteristik berbeda dengan tempat lain di Bangka.

Bupati Bangka Tengah selama dua periode itu berkeyakinan kalau kedua KEK di Pulau Bangka ini dapat disetujui, maka sektor pariwisata di daerah tersebut akan semakin bergairah. Investor dan wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan.

“Ketiga KEK di Bangka Belitung ini akan menciptakan banyak pilihan berwisata, dan saya percaya kalau tujuan pariwisatanya banyak maka jangka waktu wisatawan tinggal menjadi semakin lama lagi karena mereka ingin mengekplore lebih banyak destinasi di sini,” ungkap pria yang pernah menjabat Ketua DPD REI Babel periode 1998-2002 tersebut.

Janji Permudah Investor

Gubernur Erzaldi berharap, dengan adanya KEK akan lebih mengendorse percepatan pembangunan pariwisata di Babel. Dia pun berjanji akan memberikan banyak kemudahan kepada investor yang akan berinvestasi di KEK antara lain dengan kemudahan perizinan dan insentif menarik lainnya. Infrastruktur kawasan juga akan disiapkan, sehingga investor tinggal datang dan bangun.

“Oleh karena itu, bertepatan dengan puncak perayaan HUT REI ke-46 yang diadakan di Bangka Belitung, saya Gubernur Babel mengajak seluruh anggota REI masuk berinvestasi di sini. Tidak hanya membangun hotel dan resort, namun juga perumahan bagi karyawan yang bekerja di industri pariwisata. Ayo kita bersinergi,” tantang dia.

Pemprov Babel juga siap membantu meng-upgrade sumber daya manusia (SDM) pariwisata di daerah tersebut dengan mendorong berdirinya lebih banyak sekolah maupun perguruan tinggi pariwisata. Meningkatkan kualitas dan wawasan pemandu (guide) wisata hingga memberikan pendidikan sikap perilaku kepada supir taksi atau pengemudi travel.

Erzaldi berkeyakinan untuk menjadi satu destinasi wisata kelas dunia banyak faktor yang harus dibina dan diatur supaya pelayanan kepada wisatawan optimal. Komitmen dan keseriusan orang nomor satu di Provinsi berjuluk Bumi Serumpun Sebalai itu sekaligus menjadi garansi kepada investor khususnya pengembang penunjang pariwisata.

Pemprov Babel saat ini memang lebih mengedepankan percepatan pengembangan sektor pariwisata, industri kreatif dan properti khususnya perumahan guna mendorong perekonomian masyarakat. Tentunya tanpa mengabaikan sektor pertambangan yang sudah lama berjalan dan mmberi kontribusi bagi perekonomian masyarakat di provinsi tersebut.

Sektor pertambangan khususnya timah di Babel kan sudah berjalan lama, sekarang tingga diawasi agar menjadi good mining, karena kalau tidak ditanggani dengan tata kelola yang baik, maka akan mencemari lingkungan dan berdampak ke pariwisata juga, kata Erzaldi.

Kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Babel saat ini mencapai 45 persen, sedangkan pariwisata masih kecil sekali yakni 7 persen. Namun dengan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan industri pariwisata, Gubernur Erzaldi optimistis kontribusi sektor pariwisata dalam 10 tahun ke depan dapat menyamai sektor pertambangan. Bahkan di akhir tahun ini, ditargetkan konstribusinya sudah meningkat menjadi 15 persen. YS