Residensial di Hong Kong Termahal Sejagat Bergeming dalam satu dekade.

14 May 2019 13:54

Hong Kong memang spesial, seperti status wilayahnya yang mendapat perlakuan khusus dari negara induknya, Tiongkok. Pernah dikuasai oleh Inggris, Hong Kong sudah lama menjadi kota modern dan padat. Selain terus dipadati gedung-gedung pencakar langit, kota seluas 1,106.66 km2 ini juga terkenal dengan harga propertinya yang makin melangit. Savills International melaporkan bahwa harga residensial di Hong Kong kembali menempati posisi teratas atau menjadi yang termahal sedunia.

Berdasarkan laporan “Savills World Cities Prime Residential Index 2019”, pada tahun 2018 residensial kelas utama di Hong Kong seharga 50.215 dolar AS per m2, atau setara dengan Rp 714,35 juta per m2. Atau lebih dari sepuluh kali lipat harga apartemen kelas high end di Jakarta. Dan peringkat teratas ini sudah dipegang Hong Kong selama sepuluh Residensial di Hong Kong Termahal Sejagat tahun terakhir.

Tak hanya di kelas tersebut, Hong Kong pun pemuncak dari harga properti untuk kelas ultra-prime. Di kelas ini, harganya mencapai 90 ribu dolar AS per m2 atau hampir senilai Rp 1,3 miliar per m2. Untuk diketahui properti kategori ini hanya dimiliki oleh mereka yang masuk golongan ultra-high-net worth (UHNW). Yaitu mereka yang punya uang minimal 30 juta dolar AS atau sekitar Rp 426 miliar. Jumlah orang super tajir ini di seluruh dunia sangat sedikit, hanya sekitar 0,003 persen, tapi mereka memegang 13 persen kekayaan dunia. Selaras dengan itu, pasar properti kelas ultra-prime ini juga hanya lima persen saja dari seluruh pasar residensial.

Tingginya harga properti untuk kalangan UHNW itu selaras dengan laporan institusi riset Wealth-X tahun 2018, di mana kalangan tersebut memilih Hong Kong sebagai lokasi domisilinya. Atau dengan kata lain, jumlah UHNW di Hong Kong adalah terbanyak di dunia, mencapai 10 ribu jiwa. Jumlah ini bahkan melampui mereka yang tinggal di New York, Amerika Serikat yang hanya berkisar di angka sembilan ribuan orang. Humum ekonomi menyatakan, permintaan yang tinggi, membuat harga juga menanjak, dan itulah yang terjadi di Hong Kong.

Asia Merajai

Menurut survei Savills, kota-kota di Asia merajai harga jual dan sewa residensial di dunia. Ada enam plus satu dari Australia yang top leading. Sementara di Eropa hanya lima kota, dan Amerika Serikat (AS) cuma empat kota.
Menyusul di bawah Hong Kong, di posisi kedua ditempati oleh Tokyo yang tinggi, baik untuk kelas high end dan ultra prime. Di ibukota Jepang ini, harga residensial kelas high end sebesar 32.189 dollar AS per m2 (Rp 457,5 juta per m2), sedangkan untuk kelas premiumnya seharga 68.300 dolar AS per m2. Di kelas high end, menyusul Hong Kong dan Tokyo ada Shanghai, Sydney, Singapura dah Shenzhen. Sementara di kelas ultra prime, kecuali Singapura dan Shenzhen, ada Sydney dan Shanghai. Khusus di Tiongkok, harga properti kelas premium di Shenzhen dan Beijing hampir setara, namun lebih rendah 17 persen daripada harga di Shanghai.