Rumah Kantor Kompetitor Perkantoran Modern yang Kembali Ngetrend. Rukan modern dibuat lebih besar dan lebih tinggi, dilengkapi basement untuk parkir kendaraan, lift, lobby kecil, serta dirancang mirip gedung perkantoran namun bertingkat rendah dan sedang.

16 January 2019 15:14

Rukan modern dibuat lebih besar dan lebih tinggi, dilengkapi basement untuk parkir kendaraan, lift, lobby kecil, serta dirancang mirip gedung perkantoran namun bertingkat rendah dan sedang.

Beberapa tahun belakangan ini kondisi bisnis perkantoran belum banyak berubah. Tingkat hunian gedung-gedung perkantoran di Jakarta masih rendah. Hingga saat ini belum ada keseimbangan antara aktivitas sewa-menyewa dengan jumlah pasokan yang masuk. Suplai baru ruang kantor masih jauh lebih besar dari serapan yang ada. Banyak faktor yang melahirkan kondisi seperti ini, diantaranya kondisi perekonomian dan bisnis yang lesu darah.

Dalam pemaparan Property Market Update yang dilakukan Savills Indonesia, penyerapan (net take-up) ruang kantor di kawasan CBD Ibukota Jakarta hingga September 2018, mencapai 105.000 m2, melebihi raihan pada tahun sebelumnya.

Namun tingkat kekosongan (vacancy) juga naik, yakni sebesar 3,7%. Sebelumnya vacancy berada di level 21%, meningkat menjadi 24,7%. Savills melihat tren tersebut disebabkan oleh melimpahnya pasokan ruang perkantoran CBD sejak 2015 lalu.

Konsultan properti itu mencatat tingkat kekosongan gedung grade A saat ini hampir mencapai 30%. Untuk vacancy gedung dengan level premium berada di angka 23%. Sementara itu, tingkat kekosongan gedung perkantoran grade B berada di level 16,5% dan gedung perkantoran grade C mencapai 14%.

Anton Sitorus, Direktur Riset Savills Indonesia mengatakan, kemungkinan tingkat kekosongan gedung perkantoran CBD masih terus berlanjut hingga tahun 2019, yang akan meningkat hingga level 27%. Savills memprediksi tingkat kekosongan ruang perkantoran akan mulai surut di tahun 2020, dimana mereka memperkirakan antara pasokan dengan permintaan sewa mulai seimbang. Adapun harga sewa masih tertekan di level Rp202.000 per meter persegi per bulan.

Anton mengatakan pihaknya menemukan tren baru di pasar properti yakni rumah kantor (rukan) modern di daerah pinggiran Jakarta. “Belakangan ada fenomena baru. Developer tidak bangun gedung strata tetapi rukan modern. Ini artinya, developer menangkap permintaan yang tumbuh,” ungkap Anton.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia