Saat Konsep Green Building Masih Sebatas Gimmick

07 June 2018 11:37

Kampanye sustainable urban development atau pembangunan kota berkelanjutan kerap diimplementasikan para developer properti dengan mengusung konsep hijau pada proyek yang mereka kembangkan. Sayangnya, penerapan konsep tersebut justru masih sebatas gimmick.

Mengaplikasikan bangunan dengan konsep green building (bangunan hijau) atau ramah terhadap lingkungan adalah satu dari sekian banyak cara untuk menyelamatkan kualitas kehidupan di masa depan.

Dikatakan ramah, karena green building mengarah pada struktur dan proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan serta hemat sumber daya sepanjang siklus bangunan tersebut berjalan. Dimulai dari pemilihan tempat dan desain, konstruksi, operasi, perawatan, renovasi, hingga akhirnya proses peruntuhan.

Bisa dimaklumi, jika kampanye terhadap konsep hijau pada properti vertikal maupun landed dalam kondisi aktual kian gencar dilakukan seiring meningkatnya kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan. Pun, dari sisi bisnis. Sebab, di mata konsumen green building memiliki nilai lebih dibanding gedung konvensional biasa dan memberikan prestis bagi si empunya.

Di Indonesia, lembaga non government yang concern terhadap praktik green building sekaligus berfungsi untuk memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan adalah Green Building Council Indonesia (GBCI). Lembaga nirlaba yang didirikan sejak 2009 ini merupakan Emerging Member dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada. WGBC saat ini beranggotakan 97 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.

Selain GBCI, Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI) adalah salah organisasi yang getol mensosialisasikan gerakan bagunan hijau bagi kelangsungan hidup sejak tahun 2008. Iwan Prijanto, Ketua IABHI mengatakan, di Indonesia saat ini masih banyak bangunan yang kurang memperhatikan kaidah-kaidah bangunan hijau.

Bahkan, bangunan yang memenuhi kaidah bangunan hijau di Jakarta jumlahnya tak lebih dari 10%. “Banyak yang menggadang-gadangkan green building atau go-green, tapi kenyataannya tidak,” ujar Iwan kepada Properti Indonesia beberapa waktu lalu.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia