Saatnya Batam Bangkit dari Mati Suri Laporan Utama Majalah Properti Indonesia edisi September 2018.

14 September 2018 14:09

Sempat terpuruk dalam dua tahun terakhir, laju pertumbuhan ekonomi Batam mulai menunjukkan kegairahannya. Realisasi investasi yang meningkat disertai membaiknya pertumbuhan ekonomi di paruh pertama semester I 2018, merupakan beberapa indikator yang melandasi optimisme itu.

DITILIK dari berbagai variabel kota di Indonesia yang kontribusi terbesarnya berasal dari industri, perdagangan dan jasa, jelas tak ada yang keunggulannya bisa disejajarkan dengan Batam. Sudah letaknya strategis — berada pada jalur pelayaran internasional dengan jarak hanya 12,5 mil laut (20km) dari Singapura, Batam juga merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Berkah inilah yang belakangan membuat Batam menjadi magnet bagi iklim investasi, baik dari dalam negeri maupun asing. Selama puluhan tahun, Batam sukses menghimpun ratusan jutaan dollar modal asing untuk masuk ke Indonesia dan menciptakan jutaan tenaga kerja baru, serta menjadi rumah bagi ribuan ekspatriat dari berbagai negara. Dan, puncaknya, Batam sukses menjadi kota tujuan investasi bagi industri berbasis minyak dan gas, elektronika serta galangan kapal atau shipyard.

Pada tahun 2010 hingga 2015, pertumbuhan ekonomi Batam bahkan selalu tercatat di atas 6% atau melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Bisa dimaklumi, karena dihinggapi begitu banyak kawasan industri besar, otomatis membuat tingkat migrasi di Batam menjadi tinggi, dan pada akhirnya menumbuhkan bisnis-bisnis baru, seperti properti, pariwisata, restoran, dan bisnis lainnya.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia