Sentul City Targetkan Raih Marketing Sales Rp1,5 T di 2018

08 December 2017 07:33

PT Sentul City Tbk. (BKSL) menggelar acara Public Expose di Hotel Neo Geen Savana, Sentul City, Bogor. Pihak manajemen yang hadir antara lain Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. Keith Steven Muljadi, Syukurman Larosa (Direktur Independen), Ricky Kinanto Teh (Direktur) dan Rickey Mabbun Leuterio (Direktur). Pada kesempatan tersebut dipaparkan kinerja PT Sentul City Tbk. Kuartal III 2017, rencana-rencana dan target tahun 2018.

PT Sentul City Tbk. berhasil mencetak kinerja positif sepanjang Januari-September 2017. Perusahaan meraih Pendapatan Bersih sebesar Rp 715,123 miliar, meningkat 49,56% dari Rp 478,147 miliar pada kuartal III 2016. Sementara Laba Kotor sebesar Rp338,093 miliar, meningkat 17,83% dari Rp 286,935 miliar. Sedangkan hingga Oktober 2017, BKSL berhasil meraih Marketing Sales sebesar Rp 902,3 miliar.

“Kami optimis target marketing sales tahun 2017 sebesar Rp1,2 triliun tercapai. Tahun depan kami menargetkan bisa meraih pertumbuhan sekitar 20%, dengan target marketing sales sebesar Rp 1,5 miliar. Karena situasi ekonomi yang belum kondusif, ditambah adanya pemilihan kepala daerah pada 2018, kami akan konservatif dan melangkah dengan hati-hati di tahun 2018,” ujar Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk.. Untuk tahun 2018, BKSL akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 700 miliar.

Sentul City tahun 2018 rencananya akan meluncurkan 4 cluster baru sebanyak 361 unit rumah yang akan di bangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan target nilai penjualan sebesar Rp 650 miliar. Sepanjang triwulan III 2017 hingga triwulan II 2018, Sentul City akan menyerahterimakan sekitar 2.000 unit rumah.

Saat ini PT Sentul City Tbk. tengah mengembangkan superblok di Central Business Distric (CBD) Sentul City, di Jl MH Thamrin, Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar yang memiliki luas bangunan mencapai 500.000 m2. Di kawasan superblok CBD, selain pusat perbelanjaan asal Jepang AEON Mall, juga akan dibangun empat tower apartemen (salah satunya Saffron), gedung perkantoran, hotel bintang empat dan lima.

BKSL menggandeng Sumitomo Corporation asal Jepang untuk mengembangkan tiga tower apartemen di superblok tersebut. “Tahun depan kami targetkan satu tower apartemen yang bekerjasama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp 550 miliar,” kata Syukurman Larosa, Direktur Independen PT Sentul City Tbk..

Saat ini AEON Mall Sentul City seluas 103.000 m2 tengah digenjot pembangunannya dan rencananya akan topping off pada Januari 2018 dan beroperasi pada akhir tahun 2018. Ditargetkan AEON Mall Sentul City akan dikunjungi 2 juta pengunjung per bulan atau 24 juta pengunjung per tahun.

Syukurman mengungkapkan, saat ini komposisi penjualan dari landed house dan high rise building masing-masing 65% dan 35%, namun pada tahun 2018 komposisinya landed house akan 40% sementara high rise building 60%. “Kami akan menggenjot proyek high rise building,” kata Syukurman.

Sejak dikembangkan tahun 1993, Kota Mandiri (township) Sentul City telah dikembangkan seluas 1.000 hektar, dari total lahan seluas 3.100 hektar. Sejumlah fasilitas telah dibangun dan akan terus bertambah di masa datang. Saat ini harga tanah residensial berkisar Rp 7 juta hingga Rp12 juta per m2, sementara komersial berkisar Rp12 juta hingga Rp20 juta per m2. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga tanah di Sentul City meningkat 12 kali lipat.

Keith Steven Muljadi optimis, Sentul City akan semakin berkembang di masa datang. Pasalnya, banyak katalis yang akan menjadi pendorong perkembangan Sentul City. Antara lain infrastruktur dan penambahan berbagai fasilitas. “Kami optimis ke depan Sentul City akan semakin berkembang. Saat ini harga tanah di Sentul City memang lebih rendah dibandingkan Tangerang dan Bekasi. Tapi kami optimis nanti harga tanahnya bisa lebih tinggi dibandingkan Tangerang dan Bekasi,” ujar Keith Steven Muljadi.

Lebih lanjut Keith Steven Muljadi mengatakan, Sentul City akan terus secara aktif mencari dan juga bekerjasama dengan mitra-mitra strategis yang memiliki kompetensi dan juga rekam jejak yang kuat. Hal itu untuk mendukung komitmen Sentul City melaksanakan pengembangan perkotaan hijau yang berkelanjutan dan inovatif guna memastikan keluarga dan masyarakat dapat secara konsisten menikmati pengalaman mereka untuk hidup, bermain, dan bekerja di Sentul City. YS