Sepak Terjang Ekspansi Developer Properti Asing di Indonesia (3)

16 January 2018 11:25

Masih di Cikarang, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) dan PanaHome Asia Pacific Pte. Ltd. (PanaHome) asal Jepang membentuk sebuah perusahaan patungan PT PanaHome Deltamas Indonesia (PanaHome Deltamas) dengan tujuan membangun sebuah kawasan hunian berkonsep sustainable smart town di dalam kawasan Kota Deltamas, yang merupakan sebuah perkotaan terintegrasi yang memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian, yang dikembangkan oleh PT Puradelta Lestari Tbk.

Jumlah nilai dari proyek hunian yang akan dikembangkan PanaHome Deltamas diperkirakan mencapai sebesar Rp3 triliun, yang akan digarap hingga tahun 2026. Sementara itu, di Bogor PT Sentul City Tbk. dan pengembang Jepang Sumitomo Corporation membentuk usaha patungan bernama PT Sentul Summit Development untuk mengembangkan proyek properti di kawasan township Sentul City.

Untuk tahap awal, akan dikembangkan 3 tower apartemen sebanyak 1.100 unit di dalam superblok seluas 7,8 Ha yang dikembangkan di CBD Sentul City. Ditargetkan dari 3 tower apartemen bisa diraih penjualan sebesar Rp2 trilun.
Rencananya di dalam superblok tersebut akan dikembangkan ruang perkantoran, hotel bintang empat dan lima, AEON Mall, dan apartemen. Saat ini PT Sentul City Tbk. sedang mengebut penyelesaian AEON Mall Sentul City seluas 103.000 m2 untuk dapat dilakukan tutup atap pada Januari 2018 dan beroperasi pada akhir 2018.

Sedangkan di Jakarta, Pacific Star Development (PSD) menggarap proyek properti waterfront seluas 10 Ha di lahan yang menjadi bagian Pantai Indah Kapuk 2 milik Agung Sedayu Group. Pengembang asal Singapura ini sudah menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan PT Kukuh Mandiri Lestari, anak usaha Agung Sedayu yang menggarap PIK 2.

Terkait dengan ekspansi bisnis ke Indonesia ini, CEO dan Managing Director PSD Singapore Pte. Ltd., Glen Chan mengatakan, perseroan memang punya rencana bisnis untuk melakukan ekspasi ke Indonesia dan sejumlah negara di ASEAN. “Indonesia akan menjadi pasar utama pertumbuhan PSD ke depan,” kata Chan.

Proyek PIK 2 adalah proyek kawasan reklamasi seluas 1.000 Ha yang dikembangkan oleh Agung Sedayu bersama Salim Group. Di lahan itu sudah terbangun sejumlah proyek properti yang terdiri dari rumah, ruko, perkantoran, wahana wisata dan sejumlah proyek pendukungnya.

Pacific Star Development akan menggarap proyek properti watefront pada lahan yang ada di bagian bibir lautnya. Sementara di Jakarta Barat, perusahaan asal Hong Kong, Phoenix Property bekerjasama dengan PT Republik Capital mengembangkan apartemen Tomang Park di atas lahan seluas 1,8 Ha yang direncanakan akan mempunyai sekitar 2.000 unit dengan jumlah lantai mencapai 32 lantai. Pengembang memberikan tiga pilihan tipe unit yang bisa dipilih yaitu adalah untuk tipe studio, 1 kamar, 2 kamar dan juga 3 kamar. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia