Summarecon Mutiara Makassar Mengusung Konsep Aeroport City di Kota Anging Mamiri

14 December 2018 11:21

Summarecon Mutiara Makassar akan dijadikan sebagai kawasan yang terintegrasi antara tempat usaha dan hunian yang memungkinkan penghuni residensial didalamnya memiliki lebih banyak waktu berkualitas untuk diluangkan bersama keluarga.
Kota Makassar, Sulawesi Selatan dinilai para pengembang memiliki protensi besar bagi bisnis properti. Tak Heran jika bisnis properti tumbuh pesat. Tak hanya pengembang lokal, pengembang nasional pun banyak yang mengembangkan proyek di kota Anging Mamiri. Sebut saja PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN), dan PT Ciputra Surya Tbk. (CTRS).

Potensi yang besar juga ingin digarap PT Summarecon Agung Tbk., pengembang yang dikenal berhasil “menyulap” kawasan Kelapa Gading dari kawasan rawa menjadi kawasan terpadu yang gemerlap di Jakarta Utara. Di Makassar, PT Summarecon Agung Tbk. mengembangkan proyek kawasan terpadu bertajuk Summarecon Mutiara Makassar yang merupakan hasil kerjasama dengan pengembang lokal yakni Mutiara Property Group, dengan skema joint venture (JV) melalui kepemilikan 51% berbanding 49%.

Summarecon memutuskan melakukan JV dengan Mutiara Property Group pada 2014 dengan rencana awal membangun di atas tanah seluas 150 hektar untuk memenuhi kebutuhan properti masyarakat Makassar dan sekitarnya. Namun dalam perjalanan, untuk membangun kawasan terpadu, lahan untuk kawasan pengembangan diperluas menjadi 400 hektar.

Pengembangan proyek Summarecon Mutiara Makassar ini menjadi sejarah bagi perseroan karena menandai pengembangan pertama di wilayah Indonesia Timur. Adrianto P. Adhi, President Director PT Summarecon Agung Tbk. mengatakan, “Makassar merupakan pintu gerbang ekonomi Indonesia Timur. Makassar telah menjadi satu wilayah strategis di wilayah ASEAN. Selain itu pertumbuhan ekonomi masyarakatnya yang cukup tinggi tentu akan mempengaruhi gaya hidup masyarakatnya, termasuk dalam mencari hunian yang nyaman dan berkualitas. Kini Summarecon hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut”.

Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan Summarecon menggarap pasar Makassar adalah pertumbuhan ekonomi 7,99% pada kuartal II-2018 yang berada di atas Nasional. Kemudian, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Hasanuddin International Airport Makassar (SHIAM) hingga kuartal III-2018 sebanyak 10,1 juta orang atau 13,8% dari total trafik. Jumlah ini tumbuh 12,63% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 9 juta orang. Angka ini menempatkan SHIAM di posisi ketiga bandara tersibuk dalam pengelolaan PT Angkasa Pura (Persero) I.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia