Summarecon Raih Kenaikan Laba Bersih 30% di Tahun 2018

28 June 2019 10:08

Jakarta, MPI-update. PT Summarecon Agung Tbk. (Summarecon), dalam situasi yang sulit di tahun 2018, berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2018, Summarecon berhasil membuka 2 lokasi baru yakni perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018. Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp190 miliar dan Rp270 miliar,” ungkap Adrianto P Adhi,  Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk.,  usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (20/6).

Lebih lanjut Adrianto mengatakan, di tengah kondisi yang menantang di tahun 2018, perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar. Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Unit Bsnis Pengembangan Properti masih merupakan kontributor terbesar bagi Perusahaan yaitu 61% dari total pendapatan, dengan nilai sebesar Rp3.435 miliar, turun sebesar Rp167 miliar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 miliar. Meskipun pendapatan lebih rendah, Perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 miliar (9%) menjadi Rp954 miliar dari Rp875 miliar pada tahun sebelumnya.

Unit Bisnis Investasi dan Manajemen Properti mencatat pendapatan sebesar Rp1.491 miliar, meningkat  Rp91 milyar (7%) dibandingkan tahun 2017. Unit bisnis ini berkontribusi 26% terhadap total pendapatan Perusahaan di mana 95% kontribusi datang dari bisnis mall dan retail.  Laba Usaha meningkat Rp75 miliar (17%) menjadi Rp525 miliar.

Unit Bisnis Lainnya seperti hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan mencatat pendapatan sebesar Rp733 miliar, meningkat sebesar Rp96 miliar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya.  Bisnis lainnya mempunyai kontribusi sebesar 13% dari total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp61 miliar menjadi Rp344 miliar di tahun 2018.

Pada RUPS Tahunan ini telah diputuskan bahwa pembagian dividen adalah sebesar Rp5 per lembar saham, atau setara 10% laba bersih Perseroan. Melihat prospek usaha di tahun 2019, Summarecon optimis akan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pemilu di bulan April 2019, berlangsung relatif aman, lancar, dan kondusif.

“Kami yakin tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat, dan situasi ini akan menggairahkan kembali penjualan properti di semua segmen. Perusahaan dengan sangat hati-hati menetapkan target marketing sales sebesar Rp4 triliun yang akan diperoleh dari 6 lokasi saat ini yaitu: Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung dan Makassar. Komitmen kami untuk terus memberikan produk- produk berkualitas tinggi dan pengembangan berkelanjutan yang identik dengan merek Summarecon akan membuat Perseroan mampu melewati tahun yang penuh tantangan,” papar Adrianto.

Adrianto mengatakan, Perseroan menerapkan sejumlah strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja penjualan secara terus menerus, menciptakan produk-produk yang inovatif dengan pengawasan kualitas yang sangat ketat. Selain bekerjasama dengan agen properti, Perseroan juga menyusun berbagai program promosi dan publikasi melalui media massa, baik media cetak, elektronik maupun online, serta bekerjasama dengan bank untuk memberi kemudahan dalam cara pembayaran.

Selain itu, menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan tetap menjadi fokus utama dan komitmen perusahaan. Sesuai dengan budaya Summarecon, Perseroan selalu mengutamakan kualitas produk untuk membangun kepercayaan konsumen. Perseroan memiliki Program Summarecon Quality Improvement Initiative (SQII) untuk memastikan kualitas produk dijaga secara konsisten sebelum diserahkan ke konsumen. YS