Tahap I Sold Out, Ciputra Group Kembali Pasarkan Tahap II Aerolink Boulevard

22 May 2018 12:58

Jakarta, mpi-update. Pasar properti di subsektor pergudangan DKI Jakarta, khususnya yang dekat bandara tampaknya masih sangat prospektif. Ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang melalui kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemerintah memprediksi permintaan jasa angkutan udara akan menembus 100 juta penumpang pada tahun 2025.

Data Angkasa Pura menyebutkan sepanjang tahun lalu arus lalu lintas penumpang yang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai sekitar 60 juta orang. Sementara studi Center for Aviation menyebut Bandara Indternasional Soekarno – Hatta tiap tahun mengalami pertumbuhan 20 persen. Ini merupakan bandara dengan pertumbuhan tertinggi di dunia.

“Konsekwensi logis dari pertumbuhan itu, adalah bertumbuhnya bisnis logistik, ekspedisi, dan distribusi barang melalui bandara yang tentunya membutuhkan hardware berupa pergudangan,” kata Nararya Sastrawinata, Direktur Ciputra Residence di acara Soft Launching Tahap II, Aerolink Boulevard (Workshop – Office – Warehouse), Aeroworld 8, CitraGarden City, akhir pekan lalu.

Menurut Nararya, sayangnya pasokan pergudangan yang representatif berlokasi dekat bandara sangat terbatas. Padahal kebutuhannya dari waktu ke waktu terus meningkat. Dan untuk mengakomodasi tinggi permintaan gudang multiguna, PT Ciputra Residence mengembangkan Aerolink Boulevard, di kawasan Aeroworld 8 seluas 82 hektare. Proyek ini berjarak hanya 10 menit perjalanan ke Bandara Soekarno – Hatta.

“Dalam beberapa tahun ke depan, prospek bisnis pergudangan terutama di sekitar bandara sangat prospektif. Terbukti dari pengembangan Aerolink Boulevard Tahap I terserap (sold out) dengan cepat. Dan hari ini kita buka penjualan Tahap II,” jelas Nararya.

Tidak lebih 2 bulan

Di Tahap I Aerolink Boulevard, PT Ciputra Residence meliris sekitar 14 unit gudang 2 lantai tipe 70/80 (LT/LB) dengan harga Rp1,9 miliar per unit, terjual habis tidak lebih dari 1 bulan. Di Tahap II kembali ditawarkan 10 unit gudang multiguna dengan kenaikan harga hanya sekitar Rp60 jutaan.

“Berbeda dengan Tahap I, di Tahap II ini semua unitnya back to back dengan kavling gudang, yang juga sedang kami pasarkan. Sehingga mereka dapat menyatukan antara kantor, gudang, dan area display gudang,” jelas Edwin Wardhana, General Manager CitraGarden City, di kesempatan yang sama.

Edwin mengatakan, pembeli gudang multiguna Aerolink Boulevard Tahap I sebagian besar adalah para pengusaha yang membutuhkan gudang transit barang mereka dari bandara. Selain pengusaha berasal Jabodetabek, terdapat punya beberapa pengusaha dari Surabaya yang membeli unit Aerolink Boulevard.

“Tujuan utama pembeli Aerolink Boulevard adalah untuk meminimalisasi jarak agar dekat dengan bandara. Karena gudang-gudang yang sifatnya multiguna itu rata-rata cukup jauh dari bandara. Jadi point kedekatan dengan bandara ini menjadi alasan utama mereka memutuskan membeli. Total keseluruhan gudang multiguna Aerolink Boulevard adalah 44 unit, di luar kavling gudang,” ujar Edwin.

Dalam acara Soft Launching Tahap II, pengembang memberikan hadiah langsung 3 unit AC pada pembelian hari itu. Juga ditawarkan cara bayar khusus, yaitu cicilan 24 bulan.

Area komersial Aerolink Boulevard berada dalam kawasan Aeroworld 8, CitraGarden City (Jakarta Barat) dikembangkan di atas lahan seluas 80 hektare dengan letaknya paling dekat dari bandara dibanding dengan kawasan-kawasan lainnya. Proyek ini hanya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kawasan Bandara Soekarno – Hatta.**