Tana Babarsari Apartemen Anti Narkoba di Kota Gudeg

12 February 2019 12:47

Fasilitas penunjang yang dibangun akan menstimulus para mahasiswa untuk pintar, cerdas, serta sehat dan bebas dari pengaruh narkoba.

Sebagai kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya didatangi puluhan ribu mahasiswa baru yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai latar belakang. Hal itu dianggap potensi besar bagi pengembang properti. Tak heran jika banyak yang mengembangkan properti di Yogya, utamanya apartemen.

Terbaru adalah proyek apartemen bertajuk Tana Babarsari yang dikembangkan PT PP Properti Tbk. (PPRO). Proyek ini menyasar pasar mahasiswa dan dikembangkan dengan investasi Rp150 miliar di kawasan Babarsari. Lokasinya dekat dengan bandar udara Adisucipto, universitas ternama seperti UGM, UPN, Universitas Atmajaya, STT Nasional, STIE YKPN, pusat perbelanjaan, hotel, dan rumah sakit.

Galih Saksono, Direktur Realti PT PP Properti Tbk (PPRO) mengatakan, jumlah mahasiswa di Yogyakarta sekitar 350.000 lebih. Gabungan antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Kondisi ini seolah menjadi tambang emas bagi developer properti untuk membangun apartemen, yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung mahasiswa generasi milenial.

Galih mengatakan seluruh perizinan apartemen ini sudah selesai. Apartemen ini sudah mengantongi IMB tertanggal 17 Juli 2017. Izin itu didapatkan karena PPRO melakukan akuisisi terhadap salah satu pengembang swasta yang sebelumnya sudah memiliki izin bangunan sejak lama.

“Sebenarnya PPRO sudah lama ingin masuk ke Yogyakarta. Hanya saja kami sangat menghargai moratorium yang ada di sini. Seperti menemukan jodohnya, usai mengakuisisi salah satu pengembang swasta Yogyakarta, kami berkomitmen mengembangkan hunian buat mahasiswa di Yogyakarta dengan konsep apartemen yang bebas penyalahgunaan narkoba. Langkah ini merupakan inovasi strategis yang diambil perseroan untuk tetap unggul dalam kompetisi bisnis properti, khususnya di Yogyakarta,” kata Galih.

Sebelumnya, PPRO telah mengembangkan berbagai apartemen dengan konsep bebas narkoba, seperti Evenciio (Depok), The Alton (Semarang), Begawan (Malang), Louvin (Jatinangor, Bandung), dan apartemen Mazhoji (Depok). “Angka penjualannya meningkat karena konsep ini. Banyak orang tua yang membeli unit untuk ditempati sendiri oleh putra-putrinya maupun disewakan ke mahasiswa lain,” kata Galih.

Sebagai bentuk upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), lanjut Galih, PPRO merancang program untuk membantu Badan Narkotika Nasional (BNN) mencegah dan memberantas narkoba di lingkungan apartemen, terutama produk-produk apartemen PPRO yang membidik segmen mahasiswa. Upaya ini pun diapresiasi dalam bentuk penghargaan dari BNN pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 di Sukabumi, Juli 2018 lalu.

PPRO, ujar Galih, sebagai pengembang dapat mengemban peran untuk andil dalam upaya pencegahan bahaya narkoba. Terlebih pemberitaan media massa ada yang mengatakan kota Yogyakarta menjadi target peredaran narkoba. “Apartemen Tana Babarsari merupakan apartemen pertama di Yogyakarta yang berkonsep anti penyalahgunaan narkoba,” imbuh Galih seraya mengatakan PPRO telah melakukan kerjasama dengan BNN.

Sementara itu, Project Director apartemen Tana Babarsari, Rudi Wahyu PW mengatakan, ada tiga ciri utama kota ini yakni kenyamanan, kemudahan dan keramahan. Terinspirasi dari kota yang sering membuat kangen banyak orang ini, apartemen Tana Babarsari dibangun dengan nuansa premium milennial student apartment yang nyaman, mudah dan ramah.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia