Target Ditetapkan, Capex Disiapkan. Puluhan triliun rupiah belanja modal disiapkan pengembang properti di tahun 2019

12 February 2019 12:54

Puluhan triliun rupiah belanja modal disiapkan pengembang properti di tahun 2019. Dialokasikan untuk pengembangan proyek berjalan maupun baru dan akuisisi lahan.

Tahun 2019 adalah tahun penuh tantangan bagi pengembang properti. Selain pasar properti yang belum bergairah, hajatan lima tahunan yakni pemilihan legislatif dan presiden membuat roda bisnis properti tidak bisa berputar kencang sehingga para pengembang properti di tahun 2019 kebanyakan memasang target yang moderat. Apalagi tahun lalu kebanyakan para pengembang properti tidak mampu mencapai target penjualan yang telah ditetapkan.

Berbagai strategi pun disiapkan agar perusahaan tetap berjalan, mencapai target, dan tentu meraih keuntungan. Untuk mencapai target yang ditetapkan, para pengembang properti telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2019. Jumlahnya ada yang menurun, meningkat, atau sama dengan yang dianggarkan tahun sebelumnya.

Capex adalah alokasi yang direncanakan (dalam budget) untuk melakukan pembelian/perbaikan/penggantian segala sesuatu yang dikategorikan sebagai aset perusahaan secara akuntansi. Tidak semua perusahaan menggunakan capex dalam budget. Umumnya adalah perusahaan yang telah memiliki basis konsumen jangka panjang maupun jangka pendek (namun stabil) serta menggunakan modal (kapital) dalam jumlah yang besar.
Catatan Properti Indonesia, pengembang properti yang cukup besar menganggarkan belanja modal di tahun 2019 adalah PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.. Di tahun 2019, WIKA Realty mengalokasikan capex sebesar Rp5,4 triliun yang berasal dari cash internal, fasilitas bank, dan dana yang berasal dari Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan akan dilaksanakan pada semester I tahun 2019.

“Rencananya WIKA Realty akan menggunakan capex tersebut untuk modal kerja pembangunan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun proyek-proyek baru, pembelian lahan, serta mendukung pengembangan anak usahanya,” ungkap Agung Salladin, Direktur Utama PT Wijaya Karya Realty.

Tahun 2019, WIKA Realty menargetkan dapat meraih marketing sales sebesar Rp3,1 triliun, meningkat dua kali lipat dibandingkan perolehan marketing sales tahun 2018 lalu yang sebesar Rp1,4 triliun. “Tahun lalu marketing sales banyak berasal dari realty highrise dan landed house serta anak usahanya,” ujar Agung.

Siapkan proyek baru

Agung menurutkan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan, WIKA Realty mengandalkan produk baru yang memiliki tingkat aksesibilitas tinggi, terutama dengan moda transportasi umum yang mengadopsi konsep Transit Oriented Development (TOD) yang tentunya akan memberikan nilai investasi yang tinggi bagi para konsumen. Disamping konsep design arsitektural yang mengusung kearifan lokal yang dipadu dengan gaya modern yang merupakan ciri khas Tamansari.

“Kami juga memberi skema dan alternatif pembayaran flexible untuk kemudahan bagi para customer dan menawarkan harga yang kompetitif dengan nilai produk yang lebih (less for more),” ujar Agung. Lebih lanjut Agung mengatakan, strategi lainnya adalah meningkatkan lini bisnis recurring revenue yang di tahun 2019 ini ditingkatkan menjadi 30%.

Selain itu, WIKA Realty juga konsisten dalam melakukan campaign korporasi untuk lebih membangun dan mempertahankan brand awareness dan brand loyalty agar customer maupun calon customer selalu ter-update dengan perkembangan perusahaan, melakukan co-branding dengan pihak ketiga yang memiliki target market sama, juga meningkatkan kinerja customer relationship management untuk memberikan benefit tambahan bagi calon pelanggan dan pelanggan setia WIKA Realty yang telah mencapai ribuan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia