Tawaran Bisnis Properti di Rest Area Jalan Tol. Memiliki Skema Model Bisnis yang Sama2 Menjanjikan

03 October 2017 15:27

Ada dua skema model bisnis pengelolaan rest area yang dikembangkan yakni Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) secara langsung mengelola melalui koperasi dan bekerjasama dengan swasta dengan metode bagi hasil.

Pembangunan infrastruktur kini tengah gencar dilakukan pemerintah, termasuk membangun jalan bebas hambatan (tol). Setidaknya ada tujuh ruas tol yang baru dibangun di Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera. Tujuh ruas tol dimaksud meliputi : Kanci-Pejagan- Pemalang, Ruas Pemalang-Batang-Semarang, Semarang-Solo-Ngawi, Ngawi-
Kertosono-Mojokerto-Surabaya, Bakauheni- Terbanggi Besar, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dan Pekanbaru-Dumai.

Jalan tol membutuhkan tempat istirahat (rest area) agar pengemudi dan penumpang kendaraan tetap prima. Pemerintah menilai rest area di ruas-ruas tol dapat dijadikan peluang investasi yang bagus. Pasalnya, rest area memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. “Dalam satu proyek jalan tol bukan hanya jalan tol saja yang memiliki nilai komersial tetapi juga rest area. Saat ini, jumlah rest area di jalan tol masih sangat sedikit.

Jadi, ini merupakan peluang investasi,” ujar Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan. Budi memastikan rest area bisa menjadi pendapatan baru bagi pengelola jalan tol, terlebih jika wilayah sekitar merupakan daerah komersial.
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia