Hotel Bujet Booming Berlanjut di Tengah Persingan ketat (2)

23 February 2018 15:17

Hampir sewindu berlalu, saat ini tingkat okupansi hotel bujet masih menunjukkan performa yang baik, atau berkisar 70% hingga 80%. Hal ini tentu sangat menggembirakan di tengah banyaknya pelaku bisnis hotel yang secara umum justru mengeluhkan turunnya tingkat hunian kamar. Riset Colliers International Indonesia menunjukkan kinerja hotel bujet jauh lebih baik dengan indikator tingkat keterisian yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan hotel bintang tiga dan diatasnya.

Senior Associate Director Research, Ferry Salanto menuturkan, kondisi tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen hotel untuk memperoleh harga yang lebih terjangkau dengan tingkat kenyamanan yang sesuai. “Terlebih, saat ini para konsumen hanya membutuhkan sekadar kamar untuk beristrahat karena kegiatan selanjutnya akan berada di luar hotel,” ujar Ferry.

Sebelumnya, survey Bujet Hotel Apps yang dilakukan DailySocial diketahui pasar utama hotel bujet adalah generasi muda dengan usia 20-35 tahun. Sekitar 58,61% generasi muda memilih hotel bujet sedangkan hotel bintang hanya 14,43%. Besarnya generasi muda memilih hotel bujet tak lepas dari trend travelling di kalangan generasi milenial tersebut. Hal ini juga didukung dengan gencarnya promosi bisnis booking online yang menawarkan tiket pesawat dan hotel dengan promo harga yang terjangkau.

Selain perjalanan bisnis, pertumbuhan industri pariwisata Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya menjadi faktor utama tetap bertumbuhnya bisnis perhotelan. Apalagi sejak beberapa tahun lalu, hotel-hotel jaringan internasional maupun lokal telah membuka jaringan hotelnya di tiap kota utama serta kota-kota penyokong, seperti Mojokerto, Purwokerto, Bojonegoro, dan pulau-pulau luar Jawa lainnya.

Masih menurut survey Daily Social, pengguna hotel bujet memiliki kriteria sendiri dalam memilih tempat menginap, antara lain pertimbangan harga dan destinasi terdekat. Sementara, tingkatan bintang suatu hotel dan fasilitas justru tidak terlalu menjadi perhatian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sampai dengan September 2017 rata-rata tingkat okupansi hotel bujet (bintang 2 dan 3) naik dari 51,98 poin menjadi 57,77 poin. Hal ini tak lepas dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode yang sama naik mencapai 25,05 persen atau 10,46 juta dibandingkan tahun 2016 yang hanya 8,36 juta kunjungan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia