Trend Investasi Kondominium Area Jabodetabek Masih Menjadi Favorit. Pasar Hunian Kondominium di Jabodetabek Saat ini Masih Stabil Bila Dibandingkan Tahun Lalu

01 November 2017 16:07

Awalnya kondominium atau apartemen hanya dibangun di penjuru Jakarta, kecuali Jakarta Timur, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang memang tak banyak dilirik pengembang. Maklum, kala itu para pembeli tentunya lebih memilih rumah tapak yang lebih luas dan masih banyak tersedia.

Namun seiring berjalannya waktu, harga tanah di Jakarta yang semakin mahal membuat pembeli kelas menengah bahkan tak lagi mampu membeli hunian di Jakarta. Hingga akhirnya, kondominium menjadi pilihan alternatif dengan tawaran harga dan lokasi yang cukup terjangkau.

Pasar hunian kondominium di Jabodetabek saat ini masih stabil bila dibandingkan tahun lalu walaupun ada penurunan di beberapa segmen yaitu menengah, menengah ke atas, dan atas. Riset konsultan properti, PT Savills Indonesia menyebutkan, pasar kondominium dan apartemen Jakarta kembali mendapatkan tambahan pasokan baru sebanyak 3.600 unit sehingga menambah
stok yang ada di pasar mencapai 132.000 unit.

Kepala Departeman dan Riset Savills Indonesia, Anton Sitorus mengatakan, meskipun pasokan hanya 3.600 unit, namun tingkat penjualan semesterI/2017 tahun ini mencapai 4.100 unit. Adapun, menurut Anton hingga 2020 mendatang setidaknya akan ada total mencapai 73.000 unit kondominium yang dipasarkan dan saat ini setidaknya 70% nya telah terjual. “Laju penjualan terbesar terjadi di segmen upper—middle sebesar 75%, kemudian segmen lower-middle
63%, segmen mid-end sebesar 60% dan high end 67%,” ujar Anton.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:

https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia