Trend Pengembangan Transit Oriented Development/TOD (1)

23 April 2018 14:20

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2018 menurunkan liputan tentang trend pengembangan Transit Oriented Development (TOD). Disebutkan bahwa pengembangan TOD menunggu sinergitas antara pemerintah dan swasta nasional.

Peran antara BUMN dan swasta dalam pengembangan TOD dinilai belum pada capaian komposisi yang seimbang.

Tak bisa dipungkiri, dalam beberapa tahun terakhir pembangunan infrastruktur di Indonesia terbilang cukup siginifikan. Kesempatan ini juga diikuti dengan maraknya pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) oleh sejumlah pengembang. Menariknya, hampir semua pengerjaan proyek infrastruktur dan hunian tersebut digarap oleh perusahaan plat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk proyek TOD di wilayah Jabodetabek, misalnya. Hampir seluruhnya digarap perusahaan BUMN, antara lain, Perum Perumnas yang menggarap TOD Stasiun Tanjung Barat, TOD Stasiun Pondok Cina dan TOD Stasiun Bogor, atau PT PP Properti Tbk. yang menggarap TOD Stasiun Juanda dan TOD Stasiun Tanah Abang. Selain itu ada juga Adhi Karya yang menggarap sejumlah proyek TOD bertajuk LRT City di beberapa stasiun.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, dirinya berharap pembangunan sejumlah hunian TOD yang dalam beberapa waktu terakhir ini diluncurkan, dapat melibatkan pihak pengembang swasta. Karena menurutnya, pengembang swasta nasional juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam pengembangan proyek hunian strategis tersebut.

“Dengan keterlibatan pengembang swasta nasional, maka bisa mendorong percepatan pengadaan hunian bagi masyarakat yang saat ini memang menjadi salah satu program nasional. Pengembang swasta selama ini sudah menunjukkan kemampuan dan komitmen membantu pemerintah dalam membangun hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Amran.

Dikatakan Amran, kalau pemerintah sudah memberikan proyek infrastruktur 100% kepada BUMN, pola itu jangan lagi dipakai untuk mengembangkan proyek hunian di stasiun – stasiun Kereta Api. Ada baiknya, melibatkan pengembang swasta nasional tapi bukan pengembang swasta asing.

Seperti diketahui, data dari Kementerian BUMN menyebutkan, telah menyiapkan sebanyak 210 ribu unit rumah susun di 74 stasiun kereta api Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang merupakan hunian konsep TOD.

Perlu adanya pembagian pengerjaan infrastruktur dan proyek hunian TOD tersebut juga disorot oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta. Menurut KADIN, untuk menggerakkan ekonomi Jakarta yang juga sekaligus pemerataan ekonomi, perlu adanya sinergi antara BUMN-Swasta Nasional, sesuai dengan Rekomendasi pada Rakornas 2017.

“Dengan sinergi, akan membuat sirkulasi ekonomi menjadi merata ke dunia swasta dan masyarakat umum. Kadin sebagai wadah dunia usaha sangat konsern untuk menggerakan ekonomi Jakarta, termasuk menggerakan kegiatan usaha UMKM di Jakarta. Jadi, dalam pembangunan ekonomi semestinya tidak hanya untuk BUMN saja, tapi juga menetes sampai UMKM,” tegas Eddy Kuntadi, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia