UPH Gelar Seminar Transforming Lives Human & Cities

04 December 2018 12:40

Universitas Pelita Harapan (UPH) berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar acara Seminar Transforming Lives Human & Cities bertajuk “Who Builds Cities” di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta, Selasa (4/12). Seminar seri kelima ini turut diselenggarakan bersama Urban and Regional Development Indonesia (URDI).

Hadir sebagai pembicara yakni Bima Arya (Walikota Bogor), Widjaja Martokusumo (Dekan SAPPK ITB), Paulus Wirutomo (Profesor FISIP UI) dan Sibarani Sofian (Urban +). “Seminar Transforming Lives Human & Cities yang ke lima ini melanjutkan topik pembahasan dari seminar keempat bertajuk ‘Who Builds Cities?’ yang diselenggarakan pada September 2018 lalu, ” ujar Alwi Sjaaf, Senior Advisor School of Design UPH.

Lebih lanjut Alwi mengatakan, seminar ini diharapkan menjadi motor keterpedulian dan katalis untuk riset-riset dan praktek yang dilakukan oleh semua elemen dalam mewujudkan kota layak huni. “Kami harapkan semangat dari serial seminar ini dapat membuat kita lebih antusias untuk meningkatkan aspek kelayakan hidup di kota kita, ” kata Alwi.

Dalam kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB) antara ketiga lembaga perguruan tinggi terkemuka yakni UPH, ITB, dan UI untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia di masing-masing institusi, melakukan penelitian bersama, kegiatan pertukaran ilmuan/mahasiswa dan mengadakan konferensi ilmiah secara bersama-sama. Penandatanganan NKB masing-masing dilakukan oleh Dekan Sekolah Arsitektur Perencanaan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) Prof Dr Ing Ir. Widjaja Martokusumo, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Dr Ir Hendri D. S. Budiono M.Eng, dan Dekan School of Design Universitas Pelita Harapan Dr Martin L Katoppo S.T..,M.T.

Dalam seminar, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, sebuah kota harus memiliki karakter, punya identitas, dan jangan hanya mengikuti kebutuhan industri. Sangat penting memanusiakan pembangunan, jangan hanya membangun secara fisik saja. Semua harus berorientasi kepada manusia. “Diperlukan kolaborasi untuk mewujudkan kota yang layak antara pemerintah, swasta, komunitas, media, dan akademisi,” ujar Bima.

Kota Bogor sendiri, kata Bima, akan terus dibangun dengan tiga identitas yakni
heritage city, green city, dan smart city. “Infrastruktur yang dibangun dengan rencana baik akan membangun kultur warga,” ujar Bima.

Sementara Dekan SAPPK ITB Widjaja Martokusumo mengatakan membuat rencana dan desain kota itu mudah, tetapi bagaimana bisa membuat rencana dan desain berjalan dengan baik. Dan belum tentu rancangan dan desain yang dibuat baik.

Selain itu disrupsi harus dikendalikan. Harus cepat diantisipasi perkembangan yang ada.
“Kita baru sadar setelah banjir atau bencana datang. Jadi harus cepat merespon perubahan yang ada seperti terjadinya kemacetan atau banjir, ” kata Widjaja. YS