Wawancara Khusus Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo: Mendorong Pembangunan Hunian ke Arah Vertikal

14 September 2018 14:14

Bagimana perkembangan kondisi Batam saat ini?

Batam, dulu pernah memilki pertumbuhan ekonomi sebesar 17%. Lalu menjadi sekitar 6,5 persen. Dan, pada tahun 2013 sudah mulai menurun yang sejalan dengan perekonomian dunia. Dan, akhirnya mengalami titik terendahnya pada tahun lalu, yaitu sekitar 2 persen. Saat ini saya ditugaskan oleh Bapak Menko Perekonomian, Darmin Nasution, dengan target dalam dua tahun bisa mengembalikan perekonomian Batam menjadi 7%. Namun, karena dinilai target tersebut tidak mudah, maka target tersebut berubah untuk 2 tahun. Dan, Alhamdulillah dalam 2 kuartal pertama target 4,5 persen sudah tercapai. Dengan pencapaian tersebut kami optimis tahun ini akan mengalami pertumbuhan sekitar 5 persen. Jadi, kalau dilihat, potensi Batam masih luar biasa. Kalau melihat jangka panjang dan adanya rencana investasi yang akan masuk kami optimis pertumbuhan akan mencapai dua digit.

Apa yang membuat Anda begitu optimis?

Apa yang membuat rasa optimis kami, antara lain adalah sektor-sektor utama pertumbuhan Batam di masa lalu adalah industri berbasis migas. Contoh saja, saat ini ada salah satu perusahaan besar yang dulu sempat tenaga kerjanya belasan ribu orang, kemudian karena situasi minyak yang lemah sehingga sekarang angka tenaga kerjanya hanya 400 orang. Kemarin perusahaan tersebut mengumumkan bahwa akan kembali meng-hire tenaga kerja sekitar 6000 karyawan.
Selain itu, yang lebih besar lagi adalah rencana kita untuk menggenjot pertumbuhan baru. Pertama, melalu industri perawatan pesawat terbang (Lion Air Dan Garuda Indonesia). Kedua, melalui industri logistik, seiring menjadikan pelabuhan dan bandara Batam sebagai logistic regional. Yang ketiga adalah pariwisata, dan yang terakhir adalah properti.

Karena kami ingin membangun suatu area baru di Batam yang kami harapkan akan menjadi ikon untuk orang tinggal dan berkunjung ke Batam. Dan hal tersebut akan kita dorong. Karena bagaimana pun dengan lokasi Batam yang begitu strategis, berada di pinggiran Selat Malaka, bertetangga dengan Singapura. Di Singapura sendiri, bisa dikatakan space nya cukup terbatas, biaya hidupnya pun mahal, oleh sebab itu minat membeli properti di Batam meningkat. Inilah yang saya kira potensi potensi yang akan menjadi pemicu pertumbuhan di Batam ke depan.
BP Batam berencana mengembangkan Batam dengan konsep Aeromarinetropolis, bisa dijelaskan apa itu?
Iya, karena lokasinya yang begitu dekat dengan pelabuhan dan bandara, dan ini menjadi penting. Dan lahan yang dikembangkan di sana juga masih cukup besar. Apalagi, bila rencana reklamasi ke depan, maka betul-betul pelabuhan dan bandara yang kapasitasnya besar.

Kapan rencana perluasan bandara dilakukan?

Untuk tahap pertama akan segera ditenderkan untuk mengembangkan terminal 2, baru kemudian terminal 1 nya di upgrade dan direnovasi. Penambahan luas yang baru sekitar 300 sampai 400 hektar. sementara, potensi eksisting lahan ada sekitar 1300 hektar.

Jika kita berbicara mengenai konsep Aero sendiri, akan terbagi menjadi dua, yaitu Aero Park, artinya berbagai industri yang terkait dengan pesawat ada disitu. Namun, yang berhubungan dengan perumahan, apartemen, akan menjadi konsep Aero city. Plan itu akan kita kembangkan sampai tahun 2040-2045

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia