Wika Realty Bidik Marketing Sales Rp4,5 Triliun Tahun 2018

18 January 2018 12:46

Jakarta, mpi-update. PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., menggelar acara pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 bertempat di kantor pusat Wika Realty, Tamansari Hive Office. Cawang, Jakarta Timur, Jum’at (12/1) lalu. Acara dihadiri seluruh jajaran manajemen dan karyawan PT Wika Realty.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Wika Realty Agung Salladin mengatakan, dalam perjalanan 18 Tahun berkarya (tahun 2000 s/d 2018), perushaannya telah berhasil membangun ribuan rumah tapak, apartemen, kondotel, perkantoran, dan komersial area di berbagai kota besar di Indonesia.

“Wika Realty akan terus menciptakan produk inovatif dengan mutu terunggul dan berdaya saing tinggi sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang menjadi market leader di setiap target pasar,” ujar Agung Salladin.

Secara umum Ia melihat prospek pada tahun 2018 tidak jauh berbeda dengan tahun 2017. Tapi, pihaknya melihat ada peluang-peluang untuk daerah tertentu yang serapan marketnya tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil serta tingkat suku bunga KPR dan KPA yang masih cukup menarik (rendah) mampu mendorong permintaan akan properti. Satu hal yang cukup berpengaruh adalah kondisi politik menjelang Pilkada.

Tahun 2017 lalu, anak usaha Wijaya Karya ini berhasil meraih marketing sales sebesar Rp2,5 triliun yang diraih dari penjualan unit apartemen dan landed house serta dari bisnis properti investasi yang dimiliki Wika Realty.

Tahun 2018, perushaan ini menargetkan dapat meraih marketing sales sebesar Rp4,5 triliun, naik sebesar 175% dari pencapaian perusahaan pada 2017 lalu. Untuk dapat meraih target yang ditetapkan di tahun 2018, Wika Realty akan menjalankan berbagai strategi usaha.

Aksi korporasi juga berencana melakukan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun 2018 sebesar Rp5 Triliun dengan sumber dana berasal dari penambahan modal, Initial Public Offering (IPO), dan Medium Term Notes (MTN). “Dana capex tersebut akan digunakan untuk investasi tanah, pengembangan dan konstruksi kawasan, dan akuisisi perusahaan,” kata Agung Salladin.

Lebih lanjut Agung Salladin mengatakan, saat ini rencana go public Wika Realty masih dalam proses. “Kami menjadwalkan IPO tersebut akan dilakukan pada Semester I tahun 2018 dengan target dana yang terserap antara Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun,” ujar Agung Salladin.

Saat ini proyek-proyek baru yang sedang dikembangkan Wika Realty antara lain: Tamansari Grand Samarinda (Landed House), Tamansari Puri Bali II,Depok (Landed House), Tamansari Metropolitan Manado II (Landed House), Tamansari Gangga, Bali (Villatel), Tamansari Emerald, Surabaya (Apartemen/High-Rise), Tamansari Skylounge, Makassar (Apartemen/High-Rise), Tamansari Kencana, Bandung (Apartemen/High-Rise), dan Tamansari Skylounge, Balikpapan (Apartemen/High-Rise).

Siapkan Proyek Baru

Tahun 2018 ini Wika Realty akan mengembangkan tiga jenis proyek baru, yaitu Landed House, High-Rise, dan Recurring Projects. Untuk High-Rise ada lima proyek. Pertama, Tamansari Hive Residence di DI Panjaitan, Cawang Jakarta yang akan mulai dipasarkan pada Semester I 2018. Luas tanah 5.000 m2 dengan nilai investasi Rp430 miliar. Kedua, proyek Permata Hijau, Jakarta yang akan mulai dipasarkan pada Semester I 2018. Luas tanah 4.700 m2dengan nilai investasi Rp 510 miliar.

Ketiga, proyek Kelapa Gading, Jakarta yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas tanah 1,9 hektar dengan nilai investasi Rp1,4 triliun.Keempat, proyek Lahan Depok yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas Tanah 8.200 m2 dengan nilai investasi Rp850 miliar. Kelima, proyek Keputih, Surabaya yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas tanah 9.700 m2 dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.

Sedangkan Landed House ada empat proyek. Pertama, proyek Palembang yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas Tanah 20 hektar dengan nilai investasi Rp 670 miliar. Kedua, proyek Parangloe Makassar yang akan mulai dipasarkan pada Semester I 2018. Luas Tanah 55 hektar dengan nilai investasi Rp2,1 triliun. Ketiga, proyek Lahan Bintaro, Tangerang yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas Tanah 7.3 hektardengan nilai investasi Rp4,5 triliun. Keempat, proyek Soreang, Jawa Barat yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas tanah 14 hektar dengan nilai investasi Rp760 miliar.

Sementara Recurring ada tiga proyek. Pertama, proyek Laswi, Bandung. Luas tanah: 21 hektar dengan nilai investasi Rp1,8 triliun. Kedua, proyek di Central Business Sudirman, Jakarta. Luas tanah 16.000 m2 dengan nilai investasi Rp12,5 triliun. Ketiga, proyek Integrated Building Soekarno-Hatta Airport, Jakarta. Luas tanah 17.000 m2 dengan nilai investasi Rp470 miliar.

“Persentase recurring income Wika Realty saat ini adalah 8.46%, dimana persentase tersebut rencananya akan ditingkatkan menjadi 12%,” ujar Agung Salladin.

Koporasi saat menguasai lahan-lahan baik berupa milik sendiri maupun KSO. “ kami mengembangkan lahan seluas 285 ha, baik yang dimiliki sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain,” ungkap Agung Salladin.

Yang sudah dan sedang dikembangkan seluas 160 ha, sedangkan yang belum dikembangkan adalah seluas 125 ha. Lokasi dari proyek-proyek tersebut tersebar di beberapa kota, antara lain Medan, Bandung, Bekasi, Jakarta, Depok, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Samarinda, Balikpapan, Makassar, Manado, dan Kendari.